Pengaruh Pengembangan Karir Dan Work-life balance Terhadap Retensi Karyawan Di Perusahaan Layanan Teknologi Informasi Di Jakarta
Item
Title
Pengaruh Pengembangan Karir Dan Work-life balance Terhadap Retensi Karyawan Di Perusahaan Layanan Teknologi Informasi Di Jakarta
Description
Rafi Astonugroho1, Mariati Tamba2, dan Bacthar Bakrie3
1,2,3Universitas Respati Indonesia, Jakarta
Email: [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengembangan karir dan work-life balance terhadap retensi karyawan di perusahaan layanan teknologi informasi di Jakarta. Penelitian ini didasarkan pada pentingnya mempertahankan karyawan sebagai bagian esensial dari organisasi, terutama di era globalisasi dan teknologi saat ini. Survei yang dilakukan oleh SEEK, Boston Consulting Group (BCG), dan The Network pada tahun 2023 menunjukkan bahwa di Indonesia, 43% pekerja memprioritaskan work-life balance dan 42% memprioritaskan jenjang karir. Data ini menunjukkan betapa pentingnya kedua faktor tersebut bagi karyawan. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode analitik korelasi dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 234 karyawan dipilih dari populasi 561 karyawan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karir dan work-life balance memiliki pengaruh signifikan terhadap retensi karyawan. Analisis regresi linear berganda menunjukkan persamaan Y = 6.160 + 0.469 X1 + 0.371 X2 + e, yang berarti setiap peningkatan pada pengembangan karir (X1) dan work-life balance (X2) akan meningkatkan retensi karyawan (Y). Uji t menunjukkan bahwa pengembangan karir (X1) dan work-life balance (X2) memiliki nilai t hitung lebih besar dari t tabel, sehingga hipotesis H1 dan H2 diterima. Uji F menunjukkan bahwa variabel pengembangan karir dan work-life balance secara simultan mempengaruhi retensi karyawan dengan nilai F hitung sebesar 163.536 dan signifikansi 0.000, sehingga hipotesis simultan juga diterima.
Kata kunci : pengembangan karir, work-life balance, retensi karyawan
Abstract
This study examines the impact of career development and work-life balance on employee retention in an IT service company in Jakarta. Retaining employees is crucial, especially in today's era of globalization and technology. A 2023 survey by SEEK, Boston Consulting Group (BCG), and The Network found that 43% of Indonesian workers prioritize work-life balance, and 42% prioritize career paths, highlighting the importance of these factors. The design of this study is quantitative with a correlation analytical method and a cross-sectional design. A research sample of 234 employees was selected from a population of 561 employees using the Slovin formula with a 5% error rate. Data were collected through an online questionnaire and analyzed using normality, multicollinearity, heteroscedasticity tests, and multiple linear regression analysis. The results showed that career development and work-life balance had a significant effect on employee retention. Multiple linear regression analysis shows the equation Y = 6.160 + 0.469 X1 + 0.371 X2 + e, which means that any increase in career development (X1) and work-life balance (X2) will increase employee retention (Y). The t-test shows that career development (X1) and work-life balance (X2) have a t-value greater than the t-table, so that the H1 and H2 hypotheses are accepted. The F-test shows that the career development and work-life balance variables simultaneously affect employee retention with a calculated F-value of 163.536 and a significance of 0.000, so that the simultaneous hypothesis is also accepted.
Keywords : career development, work-life balance, employee retention
1,2,3Universitas Respati Indonesia, Jakarta
Email: [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengembangan karir dan work-life balance terhadap retensi karyawan di perusahaan layanan teknologi informasi di Jakarta. Penelitian ini didasarkan pada pentingnya mempertahankan karyawan sebagai bagian esensial dari organisasi, terutama di era globalisasi dan teknologi saat ini. Survei yang dilakukan oleh SEEK, Boston Consulting Group (BCG), dan The Network pada tahun 2023 menunjukkan bahwa di Indonesia, 43% pekerja memprioritaskan work-life balance dan 42% memprioritaskan jenjang karir. Data ini menunjukkan betapa pentingnya kedua faktor tersebut bagi karyawan. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode analitik korelasi dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 234 karyawan dipilih dari populasi 561 karyawan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karir dan work-life balance memiliki pengaruh signifikan terhadap retensi karyawan. Analisis regresi linear berganda menunjukkan persamaan Y = 6.160 + 0.469 X1 + 0.371 X2 + e, yang berarti setiap peningkatan pada pengembangan karir (X1) dan work-life balance (X2) akan meningkatkan retensi karyawan (Y). Uji t menunjukkan bahwa pengembangan karir (X1) dan work-life balance (X2) memiliki nilai t hitung lebih besar dari t tabel, sehingga hipotesis H1 dan H2 diterima. Uji F menunjukkan bahwa variabel pengembangan karir dan work-life balance secara simultan mempengaruhi retensi karyawan dengan nilai F hitung sebesar 163.536 dan signifikansi 0.000, sehingga hipotesis simultan juga diterima.
Kata kunci : pengembangan karir, work-life balance, retensi karyawan
Abstract
This study examines the impact of career development and work-life balance on employee retention in an IT service company in Jakarta. Retaining employees is crucial, especially in today's era of globalization and technology. A 2023 survey by SEEK, Boston Consulting Group (BCG), and The Network found that 43% of Indonesian workers prioritize work-life balance, and 42% prioritize career paths, highlighting the importance of these factors. The design of this study is quantitative with a correlation analytical method and a cross-sectional design. A research sample of 234 employees was selected from a population of 561 employees using the Slovin formula with a 5% error rate. Data were collected through an online questionnaire and analyzed using normality, multicollinearity, heteroscedasticity tests, and multiple linear regression analysis. The results showed that career development and work-life balance had a significant effect on employee retention. Multiple linear regression analysis shows the equation Y = 6.160 + 0.469 X1 + 0.371 X2 + e, which means that any increase in career development (X1) and work-life balance (X2) will increase employee retention (Y). The t-test shows that career development (X1) and work-life balance (X2) have a t-value greater than the t-table, so that the H1 and H2 hypotheses are accepted. The F-test shows that the career development and work-life balance variables simultaneously affect employee retention with a calculated F-value of 163.536 and a significance of 0.000, so that the simultaneous hypothesis is also accepted.
Keywords : career development, work-life balance, employee retention