Pengaruh Kejelasan Peran, Situasi Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Efektivitas Pelaksanaan Tugas Pegawai Pada Badan Pemeriksa Keuangan
Item
Title
Pengaruh Kejelasan Peran, Situasi Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Efektivitas Pelaksanaan Tugas Pegawai Pada Badan Pemeriksa Keuangan
Description
PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI BISNIS FAKULTAS PASCASARJANA
UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA
Tesis, September 2020
Pengaruh Kejelasan Peran, Situasi Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Efektivitas Pelaksanaan Tugas Pegawai Pada Badan Pemeriksa Keuangan xx+147 hal+ 17 tabel, 4 gambar, 7 lampiran
ABSTRAK
Sumber daya terpenting suatu organisasi adalah sumber daya manusia, orang- orang yang memberikan tenaga, bakat, kreativitas dan usaha mereka kepada organisasi. Kualitas sumber daya manusia mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam proses pencapaian tujuan perusahaan, terutama dalam menghadapi dunia persaingan yang semakin ketat. Hal tersebut sejalan dengan perkembangan peradaban manusia, perkembangan teknologi informasi dan penelitian yang menuntut perusahaan untuk bekerja secara efektif dan efisien. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia akan menghasilkan suatu output perlembar tenaga kerja dalam suatu proses produksi atau dengan kata lain output tertentu dapat dihasilkan korbanan tenaga kerja yang lebih sedikit sehingga perusahaan dapat lebih efisien dan efektif dalam mencapai tujuan dan sasarannya.
Jenis penelitian adalah non eksperimental. dengan metode penelitian kuantitatif dan desain penelitian deskriptif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode cross-sectional, karena untuk mengetahui hubungan sebab akibat dilakukan analisis Structural Equation Model (SEM) menggunakan alat analisis PLS. Variabel X yaitu: kejelasan peran. situasi kerja. motivasi kerja, variabel Y yaitu efektivitas kerja. Data primer diperoleh dari kuesioner. Populasi sebanyak 121 Pegawai Pada Badan Pemeriksa Keuangan. Penarikan sampel menggunakan metode purpose sampling. Kuesioner diuji validitas dan reliabilitas
sebelum disebarkan. Hasil penelitian menemukan bahwa kejelasan peran berpengaruh positif signifikan terhadap efektivitas kerja, situasi kerja berpengaruh positif signifikan terhadap efektivitas kerja, motivasi kerja berpengaruh positif signifikan terhadap efektivitas kerja.
Pada penelitian selanjutnya, sertakan variabel independen (bebas) lainnya (selain kejelasan peran. situasi kerja dan motivasi untuk diteliti). Guna meningkatkan kinerja Badan Pemeriksa Keuangan berkewajiban untuk meningkatkan kejelasan peran, situasi kerja dan motivasi.
Kata kunci: kejelasan peran, situasi kerja, motivasi kerja
UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA
Tesis, September 2020
Pengaruh Kejelasan Peran, Situasi Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Efektivitas Pelaksanaan Tugas Pegawai Pada Badan Pemeriksa Keuangan xx+147 hal+ 17 tabel, 4 gambar, 7 lampiran
ABSTRAK
Sumber daya terpenting suatu organisasi adalah sumber daya manusia, orang- orang yang memberikan tenaga, bakat, kreativitas dan usaha mereka kepada organisasi. Kualitas sumber daya manusia mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam proses pencapaian tujuan perusahaan, terutama dalam menghadapi dunia persaingan yang semakin ketat. Hal tersebut sejalan dengan perkembangan peradaban manusia, perkembangan teknologi informasi dan penelitian yang menuntut perusahaan untuk bekerja secara efektif dan efisien. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia akan menghasilkan suatu output perlembar tenaga kerja dalam suatu proses produksi atau dengan kata lain output tertentu dapat dihasilkan korbanan tenaga kerja yang lebih sedikit sehingga perusahaan dapat lebih efisien dan efektif dalam mencapai tujuan dan sasarannya.
Jenis penelitian adalah non eksperimental. dengan metode penelitian kuantitatif dan desain penelitian deskriptif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode cross-sectional, karena untuk mengetahui hubungan sebab akibat dilakukan analisis Structural Equation Model (SEM) menggunakan alat analisis PLS. Variabel X yaitu: kejelasan peran. situasi kerja. motivasi kerja, variabel Y yaitu efektivitas kerja. Data primer diperoleh dari kuesioner. Populasi sebanyak 121 Pegawai Pada Badan Pemeriksa Keuangan. Penarikan sampel menggunakan metode purpose sampling. Kuesioner diuji validitas dan reliabilitas
sebelum disebarkan. Hasil penelitian menemukan bahwa kejelasan peran berpengaruh positif signifikan terhadap efektivitas kerja, situasi kerja berpengaruh positif signifikan terhadap efektivitas kerja, motivasi kerja berpengaruh positif signifikan terhadap efektivitas kerja.
Pada penelitian selanjutnya, sertakan variabel independen (bebas) lainnya (selain kejelasan peran. situasi kerja dan motivasi untuk diteliti). Guna meningkatkan kinerja Badan Pemeriksa Keuangan berkewajiban untuk meningkatkan kejelasan peran, situasi kerja dan motivasi.
Kata kunci: kejelasan peran, situasi kerja, motivasi kerja