-
Economy for Sustainabel Development 5 - 6 Oktober 2018
-
Dr. Raja Oloan Tumanggor, Carolus Sudaryanto
-
Elena G. Popkova · Yulia V. Ragulina Aleksei V. Bogoviz Editors
-
Abstrak
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) telah dikenal di Indonesia sebagai penyakit yang endemis di masyarakat, terutama sangat berbahaya bagi kalangan anak-anak. Kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Jakarta Timur meningkat drastis. Adapun permasalahan yang ditemukan pada saat melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur adalah Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan melakukan kegiatan PSN (Pemberantas Sarang Nyamuk) dalam menanggulangi nyamuk DBD di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cpayung Jakarta Timur. Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung Jakarta Timur berkomitmen untuk melaksanakan program kegiatan PSN secara rutin setiap hari jum’at pukul 09.00-11.00 bersama dengan masyarakat dan kader Jumantik di wilayah setempat. Adapun tujuan secara umum dilakukannya PSN di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan CIpayung Jakarta Timur adalah untuk meningkatkan Ekonomi dan kader Kesehatan dari Angka Bebas Jentik (ABJ) sehingga seluruh Masyarakat terbebas dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan secara khusus bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman terhadap kesehatan lingkungan yang merupakan salah satu faktor pencetus meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam kegiatan PSN. Upaya pemberantasan dan pencegahan yang dilakukan Kelurahan Cilangkap Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur yaitu yang pertama dengan penyuluhan DBD biasanya melakukan penyuluhan pada saat adanya kegiatan arisan di tiap RT/RW. Kedua dengan melakukan kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan cara 3M plus yaitu Menguras TPA, Menutup TPA , Mengubur barang-barang bekas dan Memantau Jentik nyamuk DBD. Dengan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk dapat meningkatkan Angka Bebas Jentik(ABJ) Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Kelurahan Cilangkap Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Upaya pemberantasan DBD hanya dapat berhasil apabila seluruh masyarakat berperan secara aktif dalam PSN DBD. Gerakan PSN DBD merupakan bagian yang paling penting dari keseluruhan upaya pemberantasan DBD selain itu peran kader JUMANTIK sangat dibutuhkan untuk mengecek kondisi pemukiman warga dari jentik nyamuk DBD.
Kata kunci: penyuluhan, DBD, nyamuk.
-
ANALISIS SITUASI
Kondisi pandemi Covid-19 dialami hampir semua negara di dunia, dari
negara maju sampai negara berkembang, termasuk Indonesia. Setiap negara
memiliki strategi untuk mempertahankan stabilitas perekonomian dalam
negerinya masing-masing.
Pemerintah Indonesia berupaya menempatkan keamanan dan keselamatan
masyarakat sebagai prioritas utama, di samping menyeimbangkan ketahanan
ekonomi dalam menghadapi Covid-19.
Untuk mengatasi kondisi tersebut Pemerintah meluncurkan berbagai
inisiatif dan stimulus keuangan untuk menjamin roda ekonomi terus bergerak,
salah satu inisiatif adalah untuk menjaga pertumbuhan investasi adalah melalui
pengembangan infrastruktur agar tercipta pertumbuhan investasi untuk penciptaan
bisnis dan lapangan kerja. Kondisi ekonomi yang terpuruk tentu berakibat pada menurunnya sektor
industri dan perdagangan. Banyak perusahaan yang tidak bisa bertahan karena
minimnya pendapatan, sehingga tak jarang perusahaan melakukan efisiensi besar-
besaran mulai dari pengurangan jam kerja karyaaan hingga pemutusan tenaga
kerja.
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah PHK di Indonesia
pada 2019 sebanyak 45.000. Selama pandemi jumlah tersebut naik hingga 3,6 juta
orang pada Agustus 2020.
Banyaknya korban PHK tentu berimbas pada menurunnya daya beli
masyarakat dan tingkat kemiskinan yang tinggi, hal ini tentu harus segera
diantisipasi pemerintah dengan membuat berbagai langkah strategis untuk
mendukung meningkatnya pertumbuhan dan ketahanan ekonomi masyarakat.
Berbagai program bantuan digulirkan pada masyarakat mulai dari
pemberian sembako, bantuan langsung tunai hingga bantuan modal kerja untuk
membantu masyarakat agar mampu berusaha secara mandiri dengan membuat
berbagai UMKM yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing. Program menumbuhkan UMKM sebagai usaha mandiri ditengah
masyarakat menjadi salah satu program yang sangat didorong oleh pemerintah
karena pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah yang dilakukan masyarakat
akan mampu menggerakkan ekonomi mikro ditengah terpuruknya gelombang
ekonomi diakibatkan pandemi yang melanda.
Menurut data Kementrian Koperasi dan UKM, sektor UMKM merupakan
kegiatan ekonomi kemasyarakatan yang turut andil menyumbang sekitar 60,34
persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Artinya bahwa sektor UMKM
mampu menjadi penopang ketahanan ekonomi nasional.
Sangat diperlukan komitmen dan dukungan agar masyarakat dapat
membuka dan melakukan berbagai usaha mandiri yang bisa menjadi sumber
penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Faktanya tidak semua masyarakat mampu bangkit dan dapat membuka
sebuah usaha baru yang mandiri sebagai mata pencaharian keluarga. Berbagai
kendala ditemui dalam membangun sebuah usaha selain sulit mendapatkan modal
awal, kendala lain yang dihadapi adalah keterbatasan pemahaman baik teknis dan
strategis tentang membangun sebuaha usaha.
Berdasarkan permasalahan tersebut sebagai civitas akademika yang
berkewajiban untuk dapat melaksanakan salah satu tri dharma perguruan tinggi
yakni pengabdian kepada masyarakat, kami merasa perlu untuk ikut serta secara
aktif dalam membantu memberikan pemahaman bagi masyarakat untuk dapat
membuka usaha mandiri yang mampu menjadi sumber pendapatan dan
menguatkan ketahanan ekonomi keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang kami laksanakan adalah
memberikan pelatihan dengan tema “Meningkatkan Ketahanan Ekonomi
Keluarga di saat pandemi melalui UMKM inovatif Bagi Masyaraka Dan
Mahasiswa di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur”
-
PENDAHULUAN
Jumlah sampah yang dihasilkan oleh penduduk Provinsi DKI Jakarta selalu meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2019, rata-rata sampah yang dihasilkan di DKI Jakarta adalah 7.702,07 ton per hari, di mana timbulan sampah tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan tahun- tahun sebelumnya. Hal ini tergambar pula dari jumlah truk sampah yang masuk ke Bantargebang setiap harinya, dengan jumlah mencapai 1.200 truk per hari. Ketergantungan DKI Jakarta terhadap TPST Bantargebang pun tercermin dari sistem pengelolaan sampah yang masih fokus pada sistem kumpul-angkut-buang, sehingga TPST Bantargebang seringkali menjadi satu-satunya tujuan pembuangan sampah tanpa adanya kegiatan pengurangan sampah terlebih dahulu.
Kondisi TPST Bantargebang pun semakin kritis mengingat TPST Banatargebang telah menjadi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dari seluruh sampah di DKI Jakarta sejak tahun 1989. Ketinggian tumpukkan sampah di TPST Bantargebang telah mencapai ketinggian rata-rata 30 Meter. Selain itu, kapasitas TPST Bantargebang pun diprediksi akan mencapai kapasitas maksimum di tahun 2021, yang kemudian menjadi suatu pertanda bahwa dibutuhkan perubahan pengelolaan sampah yang baru sehingga mengurangi ketergantungan terhadap TPST Bantargebang. Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST) telah melakukan kajian Perencanaan Landfill Mining di Tahun Anggaran 2019.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menerima kedatangan dari Tim Osaki, Jepang pada tahun 2018 yang dimana menawarkan kerjasama dalam mengubah pengelolaan sampah menjadi pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan. Setelah dilakukan observasi dan pembahasan lebih lanjut, dilaksanakan pengembangan pengelolaan sampah dengan sistem baru yang dimulai di Kecamatan Pesanggrahan.
Gubernur Provinsi DKI Jakarta pun telah menerbitkan Kegiatan Strategis Daerah yang dimana (Peraturan Gubernur, 2018) Peraturan Gubernur Nomor 68 Tahun 2018 tentang percepatan pelaksanaan kegiatan strategis daerah adapun (Keputusan Gubernur, 2018) Peraturan Nomor 1042 Tahun 2018 tentang Daftar Kegiatan Strategis Daerah merupakan salah satu kegiatan yang perlu diperhatikan dengan rencana aksi Pengurangan Sampah di Sumber, Pembangunan ITF, dan Optimalisasi TPST Bantargebang. Kegiatan pengurangan sampah di sumber pun dituangkan dalam beberapa kegiatan yang salah satunya dilakukan dengan metode Jakarta Recycle Centre (JRC).
Jakarta Recycle Centre (JRC) adalah suatu kegiatan perubahan pengelolaan sampah dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah, perubahan mekanisme pengangkutan sampah terpilah dan terjadwal, serta pemrosesan sampah mudah terurai serta bahan daur ulang. Kegiatan ini dilakukan dengan dasar kerja sama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Dengan adanya hubungan kerja sama ini, maka dilakukan kerja sama antara Pemerintah DKI Jakarta dengan Pemerintah Kota Osaki Jepang dalam rangka mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang baru. Dengan adanya JRC, maka pengelolaan sampah tidak hanya fokus pada pembenahan sarana prasarana pengelolaan sampah, namun juga menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam turut bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah sehingga tercipta pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
-
Abstrak
Dampak pandemi COVID-19 mengakibatkan perubahan sistem pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring. Pentingnya media pembelajaran dalam menunjang proses pembelajaran seringkali terabaikan oleh guru dengan berbagai alasan. Diantaranya terbatasnya waktu untuk mempersiapkannya, sulit mencari media yang tepat, dan juga tidak tersedianya cukup dana. Program pengabdian pada masyarakat ini memiliki tujuan untuk mengenalkan penggunaan media pembelajaran secara daring yang dapat menjadi alternatif bagi para guru dan dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan ialah sosialisasi Pemanfaatan Pembelajaran Daring Berbasis Multimedia Di SMK Nusantara Wisata Respati (NU-Star). Pada Pembelajaran IPA Peserta pengabdian adalah guru-guru IPA SMK NU-Star. Untuk kepentingan layanan pengabdian dan ketersediaan sarana dan prasaranan maka diambil 25 orang guru. Pelatihan diadakan di Aula SMK NU-Star selama 4 hari pada tanggal 10 dan 14 Januari 2021. Pelaksanaan pengabdian secara umum dapat dikategorikan berhasil dari segi partisipasi peserta mengingat dari 20 target peserta yang diundang yang hadir sebanyak 25 orang. Peserta merasa kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan media pembelajaran dalam pemanfaatan Pembelajaran Daring Berbasis Multimedia. Respon peserta atas kegiatan pengabdian yang dilaksanakan menyatakan bahwa dari kualitas pemateri, kualitas modul adalah sangat baik.
Kata kunci: Kesiapan; Hambatan; Pembelajaran daring; SMK NU-Star.
-
Abstrak
Program Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pemulung di Pinang Ranti ini sebagai salah satu bentuk pengabdian dan kepedulian pada kesehatan masyarakat khususnya di komunitas pemulung Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Pinang Ranti. Dalam kesehariannya, pemulung bekerja di lingkungan yang sangat kotor dengan menghirup gas metan sehingga potensi terserang berbagai penyakit sangat besar. Kondisi tersebut ditambah lagi dengan perilaku hidup bersih dan sehat yang belum dapat dijalankan atau dibiasakan oleh pemulung. Berbagai kuman penyakit dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman sebab pemulung belum terbiasa mencuci tangan sebelum makan meski baru saja melakukan pekerjaannya memulung sampah di lokasi TPST Pinang Ranti. Oleh karena itu PKM ini mengupayakan untuk menumbuhkan kesadaran pemulung tentang pentingnya perilaku hidup bersih bagi kesehatan. Upaya tersebut menggunakan metode persuasif dengan media audio visual dalam penyampaian pesan, dengan harapan dapat lebih mudah dipahami dan memersuasi pemulung untuk dapat membiasakan PHBS dalam kehidupan sehari-harinya. Seiring dengan adanya pandemi Covid-19 pogram ini selain memberikan edukasi melalui audio visual juga memberikan pelatihan untuk membuat sabun cuci tangan, pembagian masker dan pengisian air bersih di Pinang Ranti sebagai sarana untuk melakukan cuci tangan maupun cuci kaki setelah melakukan pekerjaan memulung sampah. Penggunaan media audio visual untuk melakukan literasi PHBS pemulung di masa pandemi Covid-19 cukup efektif sebab pemulung dapat memutar video setiap saat dan berkali-kali melalui akun Youtube. Perubahan pengetahuan dan perilaku PHBS pemulung tetap dapat terjadi di masa pandemi Covid-19 ini dengan menerapkan protokol kesehatan yaitu tidak membuat kerumunan.Kata Kunci:Prilaku Hidup Bersih; Audio Visual; Literasi PHBS; TPST Pinag Ranti
-
ABSTRAK
Masalah gizi balita masih menjadi tantangan kesehatan bagi Indonesia. Beberapa cara yang dapat mempengaruhi status gizi balita oleh karena itu perlu dilakukan pengakjian terhadap pengetahuan mengenai gizi balita. Tingkat pengetahuan gizi ibu kurang dapat mengubah sikap dan prilaku ibu dalam memilih makanan yang di konsumsi balita. Agar tercapainya status gizi balita yang optimal maka ibu yang memiliki anak balita hendaknya mempunyai pengetahuan yang baik tentang gizi yang disampaikan oleh kader kesehatan sebagai mitra bidan dalam melaksanakan tugasnya. Tujuan pengabmas ini adalah untuk meningkatkan kesehatan bayi dan balita melalui upaya peningkatan gizi seimbang dan memberdayakan kader serta keluarga yang memiliki balita agar kondisinya tidak mengalami kurang gizi. Upaya pencegahan yang dilakukan adalah melalui penyuluhan, pendampingan dan pengamatan dengan harapannya bisa meningkatkan pengetahuan pencegahan serta mengurangi dampak antara lain meningkatkan asupan gizi yang baik sesuai kebutuhan dan meningkatakn daya tahan tubuh terlebih pada masa kindisi pandemic covid 19 saat ini sehingga tidak mudah terpapar. Sasaran dari pengabdian masayarakat ini adalah kader Posyandu dan ibu yang memilki balita di RW 02 keluarahan Cipayung Jakarta Timur.
Kata Kunci: Pemberdayaan Kader, Pengetahuan dan status gizi balita.
ABSTRACT
The problem of under-five nutrition is still a health challenge for Indonesia. There are several ways that can affect the nutritional status of toddlers; therefore, it is necessary to assess knowledge about toddler nutrition. The level of knowledge of maternal nutrition is less able to change the attitudes and behavior of mothers in choosing the food consumed by toddlers. In order to achieve optimal nutritional status of toddlers, mothers who have children under five should have good knowledge about nutrition delivered by health cadres as partners of midwives in carrying out their duties. The purpose of this community service is to improve the health of infants and toddlers through efforts to improve balanced nutrition and empower cadres and families with toddlers so that their condition does not experience malnutrition. Prevention efforts are carried out through counseling, mentoring and observation in the hope of increasing prevention knowledge and reducing impacts, including increasing good nutritional intake according to needs and increasing body resistance, especially during the current COVID-19 pandemic so that they are not easily exposed. The targets of this community service are Posyandu cadres and mothers with toddlers in RW 02, Cipayung sub-district, East Jakarta.
Keywords: Cadre Empowerment, Knowledge and nutritional status of toddlers
-
Pendahuluan
Pemerintah melalui Kementrian Perindustrian meluncurkan inisiasi program Making Indonesia 4.0 yang berisi arah perkembangan usaha dan industri di Indonesia dimasa mendatang dalam menyambut gelombang revolusi industri 4.0 atau Fourth Industrial Revolution (4IR).
Inisiasi tersebut sangat memerlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kebijakan semua institusi pemerintah, peran aktif dari para pelaku usaha, asosiasi industri, penyedia teknologi, hingga lembaga riset dan pendidikan. Salah satu yang menjadi fokus dan prioritas nasional dalam upaya memperkuat struktur perindustrian Indonesia adalah sektor industri makanan dan minuman mulai dari hulu sebagai sumber bahan baku yakni peternakan, pertanian, perikanan hingga produksi mulai dari industri besar hingga produsen dengan skala kecil makanan dan minuman1.
Disamping itu pemerintah juga berkomitmen untuk mendukung para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berupa mentoring dalam meningkatkan inovasi serta membangun sentra-sentra teknologi sehingga dapat membuka akses bagi pelaku UMKM terhadap teknologi informasi guna membangun dan memperluas jaringan berupa pemasaran, mitra produksi serta pendanaan.
Hal tersebut menjadi prioritas pemerintah karena menurut data Kementrian Koperasi dan UKM, sektor UMKM merupakan kegiatan ekonomi kemasyarakatan yang turut andil menyumbang sekitar 60,34 persen terhadap produk domestik bruto (PDB)2. Secara umum masih besar kebutuhan yang belum mampu diserap produksi skala UMKM seperti permintaan produk kerajinan kreatif, makanan minuman khas daerah yang banyak diminati pasar domestik dan luar negeri
Kondisi demikian tidak terlepas dari beberapa kendala yang dihadapi oleh para pelaku UMKM antara lain masih sedikitnya jangkauan akses informasi ke pasar yang lebih luas, akses tersebut tidak hanya terkait dengan pemasaran produk saja akan tetapi juga kemitraan, mulai dari mitra sumber bahan baku, inovasi produksi, pembiayaan hingga opersional.
Untuk itu keterbatasan sumber daya manusia (SDM) pelaku UMKM perlu ditingkatkan, Kementrian Koperasi dan UKM melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha meliputi kemampuan pengelolaan terlebih dalam akuisisi penggunaan teknologi berbasis digital sehingga diharapkan kemampuan SDM pelaku UMKM bisa ditingkatkan dengan penggunaan teknologi sebagai penunjang dapat memberikan berbagai dukungan yang lebih besar bagi para UMKM mengembangkan potensi usaha menjadi lebih maksimal
Berdasarkan permasalahan tersebut sebagai civitas akademika yang berkewajiban untuk dapat melaksanakan salah satu tri dharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat, kami merasa perlu untuk ikut serta secara aktif dalam membantu para pelaku UMKM dalam menggunakan teknologi informasi dalam mengembangkan potensi usaha yang telah mereka rintis.
Untuk itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang kami laksanakan mengambil tema “Pelatihan Marketing Online bagi Usaha Kecil Menengah di sekitar Agrowisata, Patengan Rancabali, Bandung Jawa Barat ”.
-
Abstrak
Pola pikir masyarakat di era globalisasi telah banyak berubah, yang pada awalnya berlomba-lomba ingin menjadi karyawan, namun saat ini banyak yang menginginkan atau bercita -cita menjadi enterpreneur (wirausaha). Akan tetapi setelah mereka terjun langsung dan menekuninya bidang usaha ternyata banyak kendala/hambatan yang mereka alami sebagai enterpreneur. Kesulitan dalam bidang segmentasi konsumen, ketersediaan bahan baku, modal dan pemasalahan lainnya adalah salah satu contoh yang mereka hadapi. Untuk dapat menghadapi masalah tersebut diperlukan pelatihan dalam pembuatan rencana usaha dengan menggunakan Bussiness Toko Onlie untuk usaha Mikro dan Kecil. Tujuan dari pelatihan adalah agar peserta dapat mengatasi jika menemukan kesulitan dalam berbisnis digital dapat menggambarkan usaha apa yang sedang dijalankan secara menyeluruh dari berbagai aspek. Banyak hal yang belum terpikirkan oleh pengusaha pemula akan tercakup semuanya dalam bisnis digital marketing secara lengkap. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan adalah observasi, wawancara secara langsung, penyuluhan dan melaksanakan demonstrasi di hadapan peserta. Hasil yang dicapai adalah para pelaku start up mendapatkan pengetahuan tentang Media Toko Online dan mampu membuat perencanaan bisnis dengan menggunakan model Digital. Kata kunci : Business Model Toko Online, start up, pelatihan.
-
Abstrak
Pendidikan merupakan modal dasar untuk menyiapkan insan yang berkualitas. Menurut Undang-undang Sisdiknas Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Selain pendidikan, menumbuhkan jiwa berwirausaha juga penting pada usia dini. Wirausaha bukan hanya dunianya orang dewasa, tapi juga bisa menjadi bagian dari dunianya anak-anak. Bedanya, wirausaha pada anak-anak tak bisa dijalankan sendirian, namun membutuhkan bimbingan dan dukungan dari orang dewasa, orang tua maupun guru.
Anak anak yang mengenal dunia wirausaha sejak dini, akan mendapati manfaat untuk bekal masa depan kelak. RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) adalah konsep ruang publik berupa ruang terbuka hijau atau taman yang dilengkapi dengan berbagai permainan menarik, pengawasan CCTV, dan ruangan-ruangan yang melayani kepentingan komuniti yang ada disekitar RPTRA tersebut, seperti ruang perpustakaan, PKK Mart, ruang laktasi, dan lainnya. Di RPTRA terdapat banyak anak berumur sekitar 5-15 tahun dan banyak sekali anak yang berumur 4-7 tahun belum bisa menulis, membaca, cara memegang pensil yang benar, anak berumur 6-16 tahun susah untuk menuangkan imajinasinya kedalam suatu gambar, bentuk, ataupun tulisan. Anak berumur 4-16 tahun susah untuk berani berbicara atau berpendapat dikelas ataupun didepan kelas, anak berumur 4-17 tahun susah untuk bekerja sama dengan baik. Sehingga kami ingin mengajarkan hal-hal yang dibutuhkan pada anak-anak yang ada di RPTRA.
Permasalahan sosial di RPTRA Tunas Teratai yang beralamat Gang Kreen RT 06/RW 03 Jalan Budi Murni 2 Cipayung Jakarta Timur. Adalah padat penduduk, penduduk usia anakyang banyak, memiliki pengunjung berkebutuhan khusus, memiliki anak usia sekolah yang tidak sekolah, memiliki anak bergizi buruk, memiliki kasus kekerasan terhadap perempuan/anak, rawan tawuran anak, dan banyak anak-anak sekolah dasar dan remaja yang nongkrong malam disekitar lokasi RPTRA.
k
Kata kunci: Gizi Anak dan Remaja; Pendidikan; Wirausaha; RPTRA Cipayung
-
Abstrak
Strategi mendapatkan akses pembiayaan dari lembaga keuangan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menegah merupakan hal yang urgent dan sangat prioritas. Usaha yang bergerak pada sektor ini memiliki posisi yang sangat strategis baik dari sisi ekonomi maupun sisi social lainnya. Hal ini terjadi karena jumlah personil yang hidup bergantung pada usaha UMKM ini jumlahnya signifan sangat besar. Sektor yang mampu membantu memecahkan masalah pada bidang ekonomi adalah UMKM. Jumlah pengangguran baik yang memiliki pendidikan tinggi, menengah apalagi pendidikan dasar bisa dicarikan solusi melalui usaha pada sektor kecil menengah ini. Keahlian yang terbatas yang dimiliki sebagian besar penduduk Indonesia juga bisa ditampung pada usaha-usaha model UMKM. Berbicara sistem ekonomi kekeluargaan atau gotong royong yang konon sesuai dengan azas soko guru perekonomian Indonesia UMKM masih sangat terbuka untuk bisa dilakukan. Namun yang harus menjadi perhatian bagi usaha UMKM ini adalah butuh dibantu mengenai berbagai strategi yang telah biasa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar sehingga bisa menggilas competitor termasuk tidak jarang pengusaha UMKM terkena imbasnya. Bantuan lain adalah akses untuk mendapat pembiayaan dari pemodal atau lembaga keuangan. Hal ini sangat dibutuhkan karena rata-rata pengusaha UMKM memiliki keterbatasan modal untuk mengembangkan usahanya. Lembaga keuangan baik bank maupun non bank juga enggan memberikan modal karena usaha UMKM ini dari sisi aspek legalitas kadang tidak diindahkan. Aspek legalitas ini hanya terkait dengan kemauan dan keseriusan pengusaha saja karena tidak berhubungan dengan finansial kalau ada biaya biasanya relatif kecil. Sebenarnya secara yuridis sudah memiliki kejelasan dalam pengaturan mengenai UMKM di Indonesia tinggal semua pihak terkait (Stake holders) saling bahu membahu untuk bisa menjalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku maka potensi keberhasilan pasti memiliki probabilitas lebih tinggi.
Kata Kunci: Strategi; Akses Pembiayaan; Lembaga Keuangan; Usaha Mikro Kecil dan Menegah
-
ABSTRAK
Implementasi Kebijakan IUMK Pemberian Izin Usaha Mikro dan Kecil atau dikenal dengan nama IUMK merupakan istilah yang sudah sering didengar oleh para pelaku usaha. Saat ini Pemerintah mengeluarkan kebijakan mempermudah pengurusan IUMK di setiap Kelurahan atau Kecamatan sehingga pelaku usaha semakin dipermudah untuk membuat ijin tersebut. IUMK memiliki manfaat yang sangat penting bagi pelaku usaha. Pertama adalah legalitas usaha, kemudian kemudahan untuk mendapatkan modal karena sudah legal, lalu akses untuk mendapatkan pendampingan usaha dari pemerintah, dan terakhir ialah kesempatan untuk memperoleh bantuan pemberdayaan dari pemerintah.
Pelaksanaan pengurusan IUMK di Kecamatan Cipayung terus dilakukan dengan memberikan dukungan terhadap penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui kemudahan perizinan usaha. Hal ini terlihat dengan adanya sosialisasi mengenai kemudahan perizinan usaha secara langsung kepada pengusaha mikro dan kecil. Kegiatan sosialisasi yang dilakukan juga seringkali melibatkan berbagai stakeholder baik pemerintah, swasta, kampus maupun masyarakat untuk menularkan semangat bahwa mengurus izin sendiri itu mudah.
Pembuatan IUMK memang tidak sulit bila berkas yang diperlukan sudah lengkap. Hanya dalam waktu 1 hari izin IUMK sudah jadi. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2014 tentang Perizinan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah, izin untuk UMKM hanya 1 lembar dan dapat diterbitkan hanya dalam 1 hari oleh kecamatan. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2014 tentang Pedoman Pemberian Izin UMK menyebutkan dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah Camat dapat mendelegasikan pelaksanaan Pemberian IUMK kepada Lurah/Kepala Desa, namun pada kenyataannya kemudahan perizinan untuk UMKM ini masih belum dapat terlaksana di semua daerah karena masih ada kepala daerah yang belum mengeluarkan aturan untuk mendelegasikan kewenangan penerbitan izin UMKM ke kecamatan. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ingin mengetahui sejauhmana implementasi kemudahan pemberian ijin usaha di Kecamatan Cipayung Jakarta Timur.
-
Pendidikan merupakan modal dasar untuk menyiapkan insan yang berkualitas. Menurut Undang-undang Sisdiknas Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Selain pendidikan, menumbuhkan jiwa berwirausaha juga penting pada usia dini. Wirausaha bukan hanya dunianya orang dewasa, tapi juga bisa menjadi bagian dari dunianya anak-anak. Bedanya, wirausaha pada anak-anak tak bisa dijalankan sendirian, namun membutuhkan bimbingan dan dukungan dari orang dewasa, orang tua maupun guru.
Anak anak yang mengenal dunia wirausaha sejak dini, akan mendapati manfaat untuk bekal masa depan kelak. RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) adalah konsep ruang publik berupa ruang terbuka hijau atau taman yang dilengkapi dengan berbagai permainan menarik, pengawasan CCTV, dan ruangan-ruangan yang melayani kepentingan komuniti yang ada disekitar RPTRA tersebut, seperti ruang perpustakaan, PKK Mart, ruang laktasi, dan lainnya. Di RPTRA terdapat banyak anak berumur sekitar 5-15 tahun dan banyak sekali anak yang berumur 4-7 tahun belum bisa menulis, membaca, cara memegang pensil yang benar, anak berumur 6-16 tahun susah untuk menuangkan imajinasinya kedalam suatu gambar, bentuk, ataupun tulisan. Anak berumur 4-16 tahun susah untuk berani berbicara atau berpendapat dikelas ataupun didepan kelas, anak berumur 4-17 tahun susah untuk bekerja sama dengan baik. Sehingga kami ingin mengajarkan hal-hal yang dibutuhkan pada anak-anak yang ada di RPTRA.
Permasalahan sosial di RPTRA Tunas Teratai yang beralamat Gang Kreen RT 06/RW 03 Jalan Budi Murni 2 Cipayung Jakarta Timur. Adalah padat penduduk, penduduk usia anakyang banyak, memiliki pengunjung berkebutuhan khusus, memiliki anak usia sekolah yang tidak sekolah, memiliki anak bergizi buruk, memiliki kasus kekerasan terhadap perempuan/anak, rawan tawuran anak, dan banyak anak-anak sekolah dasar dan remaja yang nongkrong malam disekitar lokasi RPTRA.
-
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif atau statistik. Populasi
yang diambil dari mahasiswa Universitas Negeri Malang. Sedangkan yang akan menjadi
sampel adalah mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah kewirausahaan sekitar 100
orang lebih. Sampel atau respoden yang terpilih menggunakan teknik purposive sampling,
karena populasi yang dipilih sangat memfokuskan strata yang berada dalam populasi
itu sendiri (Rizki, 2017)
-
-
Dukungan dalam perusahaan akan membawa dampak positif bagi karyawan dalam menjalankan setiap
tugas-tugas yang ada. Perusahaan akan mendapatkan kinerja karyawan yang baik karena telah memberikan
dukungan atau dorongan bagi karyawannya, baik dalam pengembangan skills, memberikan sarana dan prasarana
kerja yang baik, dan memberikan reward atau hadiah. Hal tersebut bisa membawa keuntungan bagi perusahaan,
karena dukungan yang diberikan kepada karyawan akan berdampak pada kinerja yang dihasilkan.
-
Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran kepada mahasiswa
maupun masyarakat umum dalam merumuskan formula strategi di bidang pendidikan
dalam menghadapi era ketidakpastian. Sehingga diharapkan mereka dapat menjadi
sosok pendidik yang menang dalam persaingan secara global di era digital ini. Semoga
Allah Subhanahuwata’ala senantiasa memberikan kekuatan dan perlindungan kepada kita
semua sehingga segala sesuatu yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan sebaikbaiknya serta memberikan manfaat dan barokah bagi yang melaksanakan dan
berkepentingan.
-
Indonesia 2020: 270.2 M-> 9.8% (26.5 M) is 60+, In 2025 60+= 13.5% (35 M) to 80 M in 2050
Dementia 5-9% in 2005/6=1.3 M-> 4 M in 2050
Dependency: needs help with activities daily life
1: 5 in rural Borobudur, 1: 10 Citengah/Jakarta
-
Puji syukur kami panjatkan kehadiran Allah SWT Alhamdulillah berkat kerjasama
dan dukungan semua pihak Prosiding seminar nasional Jambi Economics Business
& Accounting (JEBAC) Tahun 2020 dapat diselesaikan dengan baik berkat bantuan
dan kerjasama panitia dan tentu saja ucapan Terima kasih kepada Bapak Rektor
Universitas Jambi, Bapak Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Beserta Jajarannya
para dosen dan pegawai serta mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Para
Narasumber yang telah hadir, Terimakasih atas partisipasi Para peserta yang
berasal dari Dosen dan Mahasiswa didalam Universitas Jambi dan dari Luar
Universitas Jambi dan para praktisi baik dari pemerintahan maupun swasta, Mudahmudahan Prosiding ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan atas segala
kekurangan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya
-
Keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan profesional kesehatan ikut memiliki
tanggung jawab dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat termasuk kebutuhan anak
baik dalam kondisi sehat, sakit, maupun anak dengan kebutuhan khusus terutama di masa pandemi
covid 2019 ini. Perawat dalam perannya dapat bermitra dengan anak, keluarga dan lingkungan
masyarakatnya, memberikan pendampingan serta edukasi kepada keluarga. Perawat dapat
menjalankan perannya sebagai kolaborator dalam berkolaborasi dengan profesi lain untuk
memaksimalkan hasil pelayanan kesehatan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan anak. Selain
itu perawat juga dapat menjalankan perannya sebagai konselor dalam memberikan konseling bagi
keluarga dalam memberikan perawatan dan pendampingan pada anak selama dan paska pandemi
covid-19
-
Diseluruh dunia sedang dilanda penyakit yang disebabkan oleh virus covid 19 akibat
pandemik tersebut berdampak besar pada pasien kronis, mempengaruhi terutama mental pada
pasien kronis, ini diharapkan adanya peningkatan kualitas Kesehatan pada pasien kronis
ditinjau dari aspek psikologis, aspek kebijakan new normal dan aspek kesejahteraan/wellness
penyakit kronis yang dapat membantu dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Oleh
karena itu mahasiswa Profesi Ners XXII Universitas Muhammadiyah Surakarta mengadakan
Seminar Nasional Keperawatan dan Call for Paper dengan tema Revolusi Industri 4.0 yang
berfokus pada “Strategi Peningkatan Kualitas Kesehatan Pasien Kronis Di Era New Normal”
-
Upaya penanganan stress dapat dilakukan dengan manajemen stress bagi penderita
covid 19 yang disertai dengan penyakit kronis. Pentingnya kesehatan mental pada kelompk ini
dapat dilakukan oleh perawat sebagai petugas kesehatan, keluarga, dan pasien sendiri. Untuk
membantu manajemen stres pada pasien covid 19 dengan penyakit kronis, sangat diperlukan
peran perawat professional yang dapat memberi asuhan keperawatan dengan baik dan benar.
Menjawab realitas tersebut kegiatan Seminar Nasional dan Call for Paper dengan tema
“Manajemen Stress pada Pasien Covid-19 Dengan Penyakit Kronis”. Seminar Nasional
Keperawatan dan Call for paper ini telah terlaksana pada tanggal 29 Agustus 2021. Prosiding
ini adalah publikasi dari karya-karya hasil penelitian dan artikel yang dipresentasikan pada
Seminar Nasional Keperawatan dan Call for Paper The 4th SEMNASKEP XXIII. Penulispenulis berasal dari mahasiswa (S1, Profesi Ners, S2), dosen dan Perawat senior yang bekerja
di Rumah Sakit.
-
Prosiding Ini Berisi Kumpulan Hasil Penelitian Dari Berbagai Daerah Di Indonesia
Yang Telah Dipresentasikan Dan Didiskusikan Dalam Seminar Nasional Kesehatan 2019
Yang Diadakan Oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana Dan Program Studi
Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Pada Hari Selasa, 10 September 2019. Seminar
Ini Mengangkat Tema “Peran Tenaga Kesehatan Dalam Meningkatkan Layanan Maternal
& Neonatal” yang disusun oleh para dosen kebidanan. Prosiding ini disusun untuk
memberikan gagasan dan hasil penelitian terkait dengan bidang kesehatan masyarakat dan
bidang kesehatan ibu dan anak.