Perilaku Lelaki Seks Lelaki (LSL) Dalam Upaya Pencegahan Hiv/Aids Melalui Penggunaan Kondom Di Kota Tasikmalaya Tahun 2018
Item
Title
Perilaku Lelaki Seks Lelaki (LSL) Dalam Upaya Pencegahan Hiv/Aids Melalui Penggunaan Kondom Di Kota Tasikmalaya Tahun 2018
Abstract
xvii bagian awal + 73 halaman + 11 lampiran + 4 tabel + 3 bagan + 1 gambar
ABSTRAK
Angka kejadian penyakit menular seksual saat ini semakin tinggi, Indonesia salah satu negara berkembang dengan prevelensi HIV/AIDS cukup tinggi yaitu jumlah kumulatif HIV sampai 2015 sebanyak 191.073 orang, dan jumlah kumulatif AIDS dari tahun 1987 sampai Desember 2015 sebanyak 77.112 orang (Kementrian Kesehatan RI, 2015). Di Kota Tasikmalaya ditemukan penyebab penularan HIV/AIDS terbanyak yaitu melalui LSL (Lelaki Seks Lelaki) dengan jumlah LSL pada tahun 2016 mencapai 1.319 orang dan pada tahun 2017 meningkat menjadi 1.814 orang (Dinas Kota Tasikmalaya 2018). Dalam pencegahan penyakit menular seksual dan HIV/AIDS adalah karena belum tersedianya alat proteksi (pelindung) bagi LSL dan pasangan seksnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku Lelaki Seks Lelaki (LSL) dalam upaya pencegahan HIV/AIDS melalui penggunaan kondom. Jenis penelitian ini kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan adalah LSL yang berada di Kota Tasikmalaya, pengambilan sampel dengan teknik snowball sampling sebanyak 5 orang. Data diperoleh dengan wawancara mendalam dan observasi, dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan model Spradley and Huberman. Hasil penelitian ini ditemukan 6 tema yaitu alasan menjadi LSL karena pergaulan, datang dari diri sendiri dan faktor keluarga, perilaku penggunaan kondom selalu memakai kondom dan kadang-kadang memakai kondom, sikap bila tidak menggunakan kondom lebih baik tidak melakukan hubungan seksual, tempat memperoleh kondom didapatkan dari KPA (Komisi Penanggulangan AIDS), upaya pencegahan HIV/AIDS selalu melakukan tes pemeriksaan, dan resiko yang akan dihadapi dari perilaku LSL pada umumnya memiliki pengetahuan yang sama yaitu mengalami penyakit menular seksual. Oleh karena itu petugas sebaiknya dapat meningkatkan perannya dalam upaya menekan kejadian penyakit menular seksual di kalangan LSL dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada orang yang beresiko terjangkit PMS.
Kepustakaan : 32 Literatur (2007-2017)
Kata Kunci : Perilaku, LSL, Upaya pencegahan, Kondom
ABSTRAK
Angka kejadian penyakit menular seksual saat ini semakin tinggi, Indonesia salah satu negara berkembang dengan prevelensi HIV/AIDS cukup tinggi yaitu jumlah kumulatif HIV sampai 2015 sebanyak 191.073 orang, dan jumlah kumulatif AIDS dari tahun 1987 sampai Desember 2015 sebanyak 77.112 orang (Kementrian Kesehatan RI, 2015). Di Kota Tasikmalaya ditemukan penyebab penularan HIV/AIDS terbanyak yaitu melalui LSL (Lelaki Seks Lelaki) dengan jumlah LSL pada tahun 2016 mencapai 1.319 orang dan pada tahun 2017 meningkat menjadi 1.814 orang (Dinas Kota Tasikmalaya 2018). Dalam pencegahan penyakit menular seksual dan HIV/AIDS adalah karena belum tersedianya alat proteksi (pelindung) bagi LSL dan pasangan seksnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku Lelaki Seks Lelaki (LSL) dalam upaya pencegahan HIV/AIDS melalui penggunaan kondom. Jenis penelitian ini kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan adalah LSL yang berada di Kota Tasikmalaya, pengambilan sampel dengan teknik snowball sampling sebanyak 5 orang. Data diperoleh dengan wawancara mendalam dan observasi, dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan model Spradley and Huberman. Hasil penelitian ini ditemukan 6 tema yaitu alasan menjadi LSL karena pergaulan, datang dari diri sendiri dan faktor keluarga, perilaku penggunaan kondom selalu memakai kondom dan kadang-kadang memakai kondom, sikap bila tidak menggunakan kondom lebih baik tidak melakukan hubungan seksual, tempat memperoleh kondom didapatkan dari KPA (Komisi Penanggulangan AIDS), upaya pencegahan HIV/AIDS selalu melakukan tes pemeriksaan, dan resiko yang akan dihadapi dari perilaku LSL pada umumnya memiliki pengetahuan yang sama yaitu mengalami penyakit menular seksual. Oleh karena itu petugas sebaiknya dapat meningkatkan perannya dalam upaya menekan kejadian penyakit menular seksual di kalangan LSL dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada orang yang beresiko terjangkit PMS.
Kepustakaan : 32 Literatur (2007-2017)
Kata Kunci : Perilaku, LSL, Upaya pencegahan, Kondom
list of authors
Ana Ariyanti
Dr. Tri Suratmi,MPd
Dr. Tri Suratmi,MPd
Date
Agustus, 2018