Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Dan Prematuritas Dengan Kejadian Ikterus Noenatorum Di Rsud Dr. Slamet Garut Tahun 2016
Item
Title
Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Dan Prematuritas Dengan Kejadian Ikterus Noenatorum Di Rsud Dr. Slamet Garut Tahun 2016
Abstract
xviii + 96 halaman + 12 tabel + 3 gambar + 11 lampiran
ABSTRAK
Ikterus neonatorum merupakan komplikasi pada bayi yang dapat menyebabkan kematian neonatus. Data yang ada di RSUD dr. Slamet Kabupaten Garut kasus iketrus neonatorum pada tahun 2016 mengalami peningkatan sebesar 4,8% dari tahun sebelumnya, sedangkan kasus BBLR mencapai 9,5%.berbagai faktor penyebab ikterus neonatorum diantaranya adlaah BBLR dan bayi dilahirkan denganusia kehmailan prematur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan BBLR dan prematuritas dengan kejadian ikterus neonatorum pada bayi baru lahir.
Metode penelitian ini menggunakan metode analitik melalui pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 354 orang yang diperoleh secara sistematik random sampling. Data-data tersebut diperoleh menggunakan format cheklist kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kejadian bayi baru lahir dengan BBLR di RSUD dr. Slamet Garut Tahun 2016 mencapai 31.9%, kejadian bayi baru lahir dengan prematuritas mencapai 20.9%, kejadian bayi baru lahir dengan ikterus neonatorum mencapai 28.5%. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara BBLR dengan kejadian ikterus neonatorum pada bayi baru lahir dengan p value 0.000 dan OR 38.166 dan terdapat hubungan antara prematuritas dengan kejadian ikterus neonatorum pada bayi baru lahir dengan p value 0.000 dan OR 11,1.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara BBLR dan prematuritas dengan kejadian ikterus neonatorum. Oleh karena itu sebaiknya bidan dapat memberikan upaya- upaya untuk mencegah terjadinya ikterus neonatorum dengan cara deteksi dini pada ibu hamil, asuhan yang berkualitas pada bayi baru lahir dan dapat memotivasi ibu memberikan ASI sedini mungkin.
Daftar bacaan : 21 (2001-2013)
Kata Kunci : Ikterus, BBLR, Prematur, ikterus neonatorum
ix
ABSTRAK
Ikterus neonatorum merupakan komplikasi pada bayi yang dapat menyebabkan kematian neonatus. Data yang ada di RSUD dr. Slamet Kabupaten Garut kasus iketrus neonatorum pada tahun 2016 mengalami peningkatan sebesar 4,8% dari tahun sebelumnya, sedangkan kasus BBLR mencapai 9,5%.berbagai faktor penyebab ikterus neonatorum diantaranya adlaah BBLR dan bayi dilahirkan denganusia kehmailan prematur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan BBLR dan prematuritas dengan kejadian ikterus neonatorum pada bayi baru lahir.
Metode penelitian ini menggunakan metode analitik melalui pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 354 orang yang diperoleh secara sistematik random sampling. Data-data tersebut diperoleh menggunakan format cheklist kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kejadian bayi baru lahir dengan BBLR di RSUD dr. Slamet Garut Tahun 2016 mencapai 31.9%, kejadian bayi baru lahir dengan prematuritas mencapai 20.9%, kejadian bayi baru lahir dengan ikterus neonatorum mencapai 28.5%. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara BBLR dengan kejadian ikterus neonatorum pada bayi baru lahir dengan p value 0.000 dan OR 38.166 dan terdapat hubungan antara prematuritas dengan kejadian ikterus neonatorum pada bayi baru lahir dengan p value 0.000 dan OR 11,1.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara BBLR dan prematuritas dengan kejadian ikterus neonatorum. Oleh karena itu sebaiknya bidan dapat memberikan upaya- upaya untuk mencegah terjadinya ikterus neonatorum dengan cara deteksi dini pada ibu hamil, asuhan yang berkualitas pada bayi baru lahir dan dapat memotivasi ibu memberikan ASI sedini mungkin.
Daftar bacaan : 21 (2001-2013)
Kata Kunci : Ikterus, BBLR, Prematur, ikterus neonatorum
ix
list of authors
Ida Widarsih
Dr. Ismail Sangadji, Sp.A
Dr. Ismail Sangadji, Sp.A
Date
Juli