Hubungan Faktor Ibu Hamil Dengan Kejadian BBLR Di Rsud Dr. Slamet Garut Tahun 2017
Item
Title
Hubungan Faktor Ibu Hamil Dengan Kejadian BBLR Di Rsud Dr. Slamet Garut Tahun 2017
Abstract
Xvii bagian awal + 84 hal + 16 tabel + 3 bagan + 5 Lampiran
Angka kematian bayi di Indonesia masih cukup tinggi, salah satu penyebab kematian tersebut adalah Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). BBLR merupakan salah satu komplikasi pada bayi yang dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Data yang ada di RSUD dr. Slamet Kabupaten Garut kasus BBLR pada tahun 2016 mencapai 9,5%.berbagai faktor penyebab BBLR diantaranya adalah KEK, usia, paritas dan anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kurang energi kronik (KEK), usia, paritas dan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR.
Metode penelitian ini menggunakan metode analitik melalui pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 359 orang yang diperoleh secara sistematik random sampling. Data-data tersebut diperoleh menggunakan format cheklist kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kejadian Kejadian KEK pada ibu hamil di RSUD dr. Slamet Garut Tahun 2016 sebanyak 27.3%, Kejadian anemia sebanyak 71.6%, Usia ibu hamil sebagian besar 20-35 tahun yaitu sebanyak 59.1%, Paritas sebagian besar ≤4 anak yaitu 76.3 dan Kejadian BBLR sebesar 31.5%. hasil uji statistik diperoleh faktor yang berhubungan dengan BBLR adalah kurang energi kronik (KEK) dengan p value 0,000, anemia dengan p value 0,000, usia dengan p value 0.018 dan paritas dengan p value 0,000.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara Kek, anemia, usia dan paritas dengan kejadian BBLR. Oleh karena itu bidan dalam memberikan pelayanan obstetrik khususnya ibu dengan anemia dan bayi BBLR dalam upaya perbaikan program manajemen asuhan kehamilan.
Kata Kunci : KEK, anemmia, usia, paritas BBLR
Daftar Pustaka : 36 (2004-2014)
viii
Angka kematian bayi di Indonesia masih cukup tinggi, salah satu penyebab kematian tersebut adalah Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). BBLR merupakan salah satu komplikasi pada bayi yang dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Data yang ada di RSUD dr. Slamet Kabupaten Garut kasus BBLR pada tahun 2016 mencapai 9,5%.berbagai faktor penyebab BBLR diantaranya adalah KEK, usia, paritas dan anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kurang energi kronik (KEK), usia, paritas dan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR.
Metode penelitian ini menggunakan metode analitik melalui pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 359 orang yang diperoleh secara sistematik random sampling. Data-data tersebut diperoleh menggunakan format cheklist kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kejadian Kejadian KEK pada ibu hamil di RSUD dr. Slamet Garut Tahun 2016 sebanyak 27.3%, Kejadian anemia sebanyak 71.6%, Usia ibu hamil sebagian besar 20-35 tahun yaitu sebanyak 59.1%, Paritas sebagian besar ≤4 anak yaitu 76.3 dan Kejadian BBLR sebesar 31.5%. hasil uji statistik diperoleh faktor yang berhubungan dengan BBLR adalah kurang energi kronik (KEK) dengan p value 0,000, anemia dengan p value 0,000, usia dengan p value 0.018 dan paritas dengan p value 0,000.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara Kek, anemia, usia dan paritas dengan kejadian BBLR. Oleh karena itu bidan dalam memberikan pelayanan obstetrik khususnya ibu dengan anemia dan bayi BBLR dalam upaya perbaikan program manajemen asuhan kehamilan.
Kata Kunci : KEK, anemmia, usia, paritas BBLR
Daftar Pustaka : 36 (2004-2014)
viii
list of authors
Dewi Listiowati
Dr. Ismail Sangadji, Sp.A,Mars
Dr. Ismail Sangadji, Sp.A,Mars
Date
Agustus