Penyempurnaan fungsi perencanaan dan pengadaan barang farmasi pasien jkn sebagai kendali mutu dan biaya di rumah sakit bhakti asih
Item
Title
Penyempurnaan fungsi perencanaan dan pengadaan barang farmasi pasien jkn sebagai kendali mutu dan biaya di rumah sakit bhakti asih
Abstract
PROGRAM PASCA SARJANA
PROGRAM STUDI MAGISTER ADMINISTRASI RUMAH SAKIT
Tesis, Agustus 2015
PENYEMPURNAAN FUNGSI PERENCANAAN DAN PENGADAAN BARANG FARMASI PASIEN JKN SEBAGAI KENDALI MUTU DAN BIAYA DI RUMAH SAKIT BHAKTI ASIH
xvii + 150 halaman + tabel 14 + 8 Skema/gambar, 4 Lampiran
ABSTRAK
Instalasi farmasi sebagai instalasi revenue center sangat berpengaruh dalam era JKN ini, ditemukan banyak kendala dalam kegiatan logistik barang farmasi, yaitu susah mendapatkan obat-obatan dari e- catalog sehingga pembelian obat keluar di tahun 2014 meningkat 61,32% dibanding tahun 2013 dan subsitusi obat genik fornas ke obat bermerk dagang sebesar 30% dan subsitusi ke obat generik regular 20% , mengingat password untuk Rumah Sakit swasta terhadap akses e-catalog masih off line. Hal inilah yang melatarbelakangi penelitian penulis yaitu perlunya penyempurnaan fungsi perencanaan dan pengadaan barang farmasi pasien JKN yang bertujuan sebagai kendali mutu dan biaya di rumah sakit Bhakti Asih.
Dasar penelitian ini penelitian deskriptif kuantitatif dan kualitatif . Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi dan wawancara mendalam pada kepala instalasi, direktur dan seluruh staf Instalasi Farmasi Rumah Sakit dan dibuat transkrip wawancara, melakukan penelaahan dokumen dari laporan keuangan, dan SOP Instalasi Farmasi pada periode Juni-Juli 2015.
Hasil penelitian dengan menambah sumber daya manusia yang kompeten, penyempurnaan rumus perencanaan dan memperbaharui MOU dengan PBF menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna pada, pembelian keluar PBF sebelum dan sesudah perbaikan didapatkan hasil (0,003<0,005), substitusi obat pasien JKN sebelum dan sesudah perbaikan didapatkan hasil (0,000 < 0,005) dan jumlah perencanaan obat pasien JKN sebelum dan sesudah perbaikan didapatkan hasil (0,041 < 0,05).
Kesimpulan dengan penyempurnaan fungsi perencanaan dan pengadaan perbekalan farmasi dapat mengurangi pembelian obat di luar PBF (Pedagang Besar Farmasi) dan mengurangi susitusi obat JKN dengan obat bermerk dagang sehingga mutu dan biaya terkendali. Saran untuk terkendalinya pembiayaan obat dan mutu perlu dikontrol terus menerus dan pengawasan serta evaluasi secara berkala dan perlu dibuat kebijakan tertulis dari pimpinan.
Kata kunci : Perencanaan dan pengadaan, JKN, kendali mutu dan biaya
Daftar Pustaka : 30 (2003-2014)
PROGRAM STUDI MAGISTER ADMINISTRASI RUMAH SAKIT
Tesis, Agustus 2015
PENYEMPURNAAN FUNGSI PERENCANAAN DAN PENGADAAN BARANG FARMASI PASIEN JKN SEBAGAI KENDALI MUTU DAN BIAYA DI RUMAH SAKIT BHAKTI ASIH
xvii + 150 halaman + tabel 14 + 8 Skema/gambar, 4 Lampiran
ABSTRAK
Instalasi farmasi sebagai instalasi revenue center sangat berpengaruh dalam era JKN ini, ditemukan banyak kendala dalam kegiatan logistik barang farmasi, yaitu susah mendapatkan obat-obatan dari e- catalog sehingga pembelian obat keluar di tahun 2014 meningkat 61,32% dibanding tahun 2013 dan subsitusi obat genik fornas ke obat bermerk dagang sebesar 30% dan subsitusi ke obat generik regular 20% , mengingat password untuk Rumah Sakit swasta terhadap akses e-catalog masih off line. Hal inilah yang melatarbelakangi penelitian penulis yaitu perlunya penyempurnaan fungsi perencanaan dan pengadaan barang farmasi pasien JKN yang bertujuan sebagai kendali mutu dan biaya di rumah sakit Bhakti Asih.
Dasar penelitian ini penelitian deskriptif kuantitatif dan kualitatif . Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi dan wawancara mendalam pada kepala instalasi, direktur dan seluruh staf Instalasi Farmasi Rumah Sakit dan dibuat transkrip wawancara, melakukan penelaahan dokumen dari laporan keuangan, dan SOP Instalasi Farmasi pada periode Juni-Juli 2015.
Hasil penelitian dengan menambah sumber daya manusia yang kompeten, penyempurnaan rumus perencanaan dan memperbaharui MOU dengan PBF menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna pada, pembelian keluar PBF sebelum dan sesudah perbaikan didapatkan hasil (0,003<0,005), substitusi obat pasien JKN sebelum dan sesudah perbaikan didapatkan hasil (0,000 < 0,005) dan jumlah perencanaan obat pasien JKN sebelum dan sesudah perbaikan didapatkan hasil (0,041 < 0,05).
Kesimpulan dengan penyempurnaan fungsi perencanaan dan pengadaan perbekalan farmasi dapat mengurangi pembelian obat di luar PBF (Pedagang Besar Farmasi) dan mengurangi susitusi obat JKN dengan obat bermerk dagang sehingga mutu dan biaya terkendali. Saran untuk terkendalinya pembiayaan obat dan mutu perlu dikontrol terus menerus dan pengawasan serta evaluasi secara berkala dan perlu dibuat kebijakan tertulis dari pimpinan.
Kata kunci : Perencanaan dan pengadaan, JKN, kendali mutu dan biaya
Daftar Pustaka : 30 (2003-2014)
list of authors
Dr. Dra.Agusdini Banun S,Apt, MARS, Dr, Rokiah Kusumapradja S.kp, MARS, drg. H. Dadang Sukandar, MARS
Date
Agustus 2015