Hubungan Lama Pemberian ASI dengan Status Gizi (BB/U) Anak Usia 24 Bulan di Kelurahan Sorosutan Wilayah Kerja Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta Tahun 2016
Item
Title
Hubungan Lama Pemberian ASI dengan Status Gizi (BB/U) Anak Usia 24 Bulan di Kelurahan Sorosutan Wilayah Kerja Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta Tahun 2016
Abstract
PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA
Tesis, Maret 2017
Ria Lusi Utami
HUBUNGAN LAMA PEMBERIAN ASI DENGAN STATUS GIZI ANAK (BB/U) ANAK USIA 24 BULAN DI KELURAHAN SOROSUTAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS UMBULHARJO I KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2016
xix + 109 Halaman + 31 Tabel + 3 Gambar + 18 Lampiran
ABSTRAK
Status gizi adalah keadaan kesehatan akibat interaksi antara makanan, tubuh manusia dan lingkungan hidup manusia.Di Indonesia data dari Riskesdas tahun 2013 tentang status gizi balita di Indonesia menyatakan balita mengalami gizi buruk sekitar 5,7 %, balita mengalami gizi kurang sekitar 13,9 %, dan balita gemuk sekitar 11,9 % Masalah gizi kurang biasanya disebabkan oleh kemiskinan, kurangnya ketersediaan pangandan sanitasi lingkungan yang tidak baik. Tujuan penelitian mengetahui dan menjelaskan hubungan lama pemberian ASI dan variabel lainnya, usia ibu, pengetahuan ibu, pendidikan ibu, pendidikan ayah, pekerjaan ibu, dan status ekonomi, BBLR, pemberian makanan, penyakit infeksi, pola asuh, sanitasi lingkungan dengan status gizi (BB/U) anak usia 24 bulan di kelurahan Sorosutan wilayah kerja Puskesmas Umbulharjo I kota Yogyakarta Tahun 2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional.Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 158 ibu.Instrument penelitian yang digunakan adalah angket untuk variabel independen dan Kartu Menuju sehat (KMS) untuk melihat data umur anak atau variabel dependen.Uji statistik yang digunakan adalah chi-square dan multivariat menggunakan uji interaksi dan uji konfounding. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lama pemberian ASI ada hubungan bermakna dengan status gizi (BB/U) dengan nilai p = 0,000 dan OR = 5,649. Variabel yang berhubungan secara statistik signifikan adalah usia ibu, pengetahuan ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, BBLR, pemberian makanan, penyakit infeksi, pola asuh, sanitasi lingkungan. Lama pemberian ASI dengan status gizi (BB/U) variabel yang paling erat hubungannya dengan OR = 5,64 artinya ibu yang memberikan ASI 0-6 bulan berpeluang 5,64 kali status gizi (BB/U) anaknya kurang dibandingkan ibu yang memberikan ASI 7-24 bulan. Dan yang menjadi variabel konfoundingnya adalah pemberian makan dan pola asuh. Berdasarkan penelitian ini peneliti menyarankan untuk meningkatkan cakupan gizi untuk anak usia 24 bulan dikelurahan sorosutan wilayah kerja puskesmas umbulharjo I kota Yogyakarta tahun 2016 dengan pemberian konseling terhadap ibu – ibu hamil dan menyusui.
Kata kunci : Lama Pemberian ASI, Status Gizi (BB/U)
Daftar Bacaan : 76 (1988 – 2016)
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA
Tesis, Maret 2017
Ria Lusi Utami
HUBUNGAN LAMA PEMBERIAN ASI DENGAN STATUS GIZI ANAK (BB/U) ANAK USIA 24 BULAN DI KELURAHAN SOROSUTAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS UMBULHARJO I KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2016
xix + 109 Halaman + 31 Tabel + 3 Gambar + 18 Lampiran
ABSTRAK
Status gizi adalah keadaan kesehatan akibat interaksi antara makanan, tubuh manusia dan lingkungan hidup manusia.Di Indonesia data dari Riskesdas tahun 2013 tentang status gizi balita di Indonesia menyatakan balita mengalami gizi buruk sekitar 5,7 %, balita mengalami gizi kurang sekitar 13,9 %, dan balita gemuk sekitar 11,9 % Masalah gizi kurang biasanya disebabkan oleh kemiskinan, kurangnya ketersediaan pangandan sanitasi lingkungan yang tidak baik. Tujuan penelitian mengetahui dan menjelaskan hubungan lama pemberian ASI dan variabel lainnya, usia ibu, pengetahuan ibu, pendidikan ibu, pendidikan ayah, pekerjaan ibu, dan status ekonomi, BBLR, pemberian makanan, penyakit infeksi, pola asuh, sanitasi lingkungan dengan status gizi (BB/U) anak usia 24 bulan di kelurahan Sorosutan wilayah kerja Puskesmas Umbulharjo I kota Yogyakarta Tahun 2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional.Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 158 ibu.Instrument penelitian yang digunakan adalah angket untuk variabel independen dan Kartu Menuju sehat (KMS) untuk melihat data umur anak atau variabel dependen.Uji statistik yang digunakan adalah chi-square dan multivariat menggunakan uji interaksi dan uji konfounding. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lama pemberian ASI ada hubungan bermakna dengan status gizi (BB/U) dengan nilai p = 0,000 dan OR = 5,649. Variabel yang berhubungan secara statistik signifikan adalah usia ibu, pengetahuan ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, BBLR, pemberian makanan, penyakit infeksi, pola asuh, sanitasi lingkungan. Lama pemberian ASI dengan status gizi (BB/U) variabel yang paling erat hubungannya dengan OR = 5,64 artinya ibu yang memberikan ASI 0-6 bulan berpeluang 5,64 kali status gizi (BB/U) anaknya kurang dibandingkan ibu yang memberikan ASI 7-24 bulan. Dan yang menjadi variabel konfoundingnya adalah pemberian makan dan pola asuh. Berdasarkan penelitian ini peneliti menyarankan untuk meningkatkan cakupan gizi untuk anak usia 24 bulan dikelurahan sorosutan wilayah kerja puskesmas umbulharjo I kota Yogyakarta tahun 2016 dengan pemberian konseling terhadap ibu – ibu hamil dan menyusui.
Kata kunci : Lama Pemberian ASI, Status Gizi (BB/U)
Daftar Bacaan : 76 (1988 – 2016)
list of authors
Ria Lusi Utami, Prof. Dr. Herman Sudiman, SKM, Dr. Sutanto Priyo Hastono, M.Kes
Date
Maret 2017