Determinan Perilaku Pengobatan Gangguan Menstruasi Pada Siswi SMA N 1 Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2016
Item
Title
Determinan Perilaku Pengobatan Gangguan Menstruasi Pada Siswi SMA N 1 Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2016
Abstract
PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA
Tesis, Februari 2017
Qori Kurnia Rahmawati
140510288
DETERMINAN PERILAKU PENGOBATAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA SISWI SMA N 1 NGAGLIK, SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2016
Xxvii + 100 halaman + 23 tabel + 3 gambar + 9 lampiran
ABSTRAK
Latar Belakang : Gangguan menstruasi merupakan masalah kesehatan reproduksi. Banyak remaja putri yang menganggap bahwa permasalahan gangguan menstruasi tidak cukup penting untuk di obati karena faktor biaya pengobatan, sikap, pengetahuan, kepercayaan kepada sarana pengobatan, kondisi waktu berobat, pendidikan, konsep sehat dan sakit yang dimiliki masyarakat.
Tujuan : Mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku pengobatan gangguan menstruasi pada siswi SMA N 1 Ngaglik Sleman Yogyakarta
Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas X, XI, XII SMA N 1 Ngaglik Sleman Yogyakarta sebanyak 313 siswi dengan jumlah sampel sebanyak 194 siswi, yang dipilih dengan cara acak sederhana (Simple random sampling). Data dikumpulkan dengan angket menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah distribusi frekuensi, chi square dan multiple logistic regression.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan 75.3% melakukan pengobatan ke non nakes, 48.5% siswi mengalami gangguan menstruasi berat, 61.3%, siswi sudah mengalami menstruasi <4 tahun, 73.7% pendidikan orangtua dalam katagori tinggi, 93.3% pendidikan ayah dalam katagori tinggi, 69.1% status ekonomi orangtua dengan katagori tinggi, 76.3% siswi terpapar informasi tentang menstruasi dan perilaku pengobatan, 66% pengetahuan siswi tentang menstruasi dalam katagori tinggi dan 53.6% sikap siswi dalam gangguan menstruasi yaitu positif. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat gangguan menstruasi, sikap, pengetahuan, status ekonomi, sudah berapa lama menstruasi berhubungan signifikan dengan perilaku pengobatan dan tingkat gangguan menstruasi merupakan faktor dominan yang mempengaruhi perilaku pengobatan gangguan menstruasi.
Kesimpulan : Tingkat gangguan menstruasi merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan perilaku pengobatan dengan OR 2.724 artinya siswi dengan tingkat gangguan menstruasi berpeluang 2.7 kali melakukan pengobatan ke tenaga kesehatan setelah dikontrol oleh sudah berapa lama menstruasi, status ekonomi, pengetahuan dan sikap.
Kata Kunci : Perilaku, Gangguan Menstruasi, Remaja
Daftar Pustaka : 24 buku, 12 jurnal
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA
Tesis, Februari 2017
Qori Kurnia Rahmawati
140510288
DETERMINAN PERILAKU PENGOBATAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA SISWI SMA N 1 NGAGLIK, SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2016
Xxvii + 100 halaman + 23 tabel + 3 gambar + 9 lampiran
ABSTRAK
Latar Belakang : Gangguan menstruasi merupakan masalah kesehatan reproduksi. Banyak remaja putri yang menganggap bahwa permasalahan gangguan menstruasi tidak cukup penting untuk di obati karena faktor biaya pengobatan, sikap, pengetahuan, kepercayaan kepada sarana pengobatan, kondisi waktu berobat, pendidikan, konsep sehat dan sakit yang dimiliki masyarakat.
Tujuan : Mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku pengobatan gangguan menstruasi pada siswi SMA N 1 Ngaglik Sleman Yogyakarta
Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas X, XI, XII SMA N 1 Ngaglik Sleman Yogyakarta sebanyak 313 siswi dengan jumlah sampel sebanyak 194 siswi, yang dipilih dengan cara acak sederhana (Simple random sampling). Data dikumpulkan dengan angket menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah distribusi frekuensi, chi square dan multiple logistic regression.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan 75.3% melakukan pengobatan ke non nakes, 48.5% siswi mengalami gangguan menstruasi berat, 61.3%, siswi sudah mengalami menstruasi <4 tahun, 73.7% pendidikan orangtua dalam katagori tinggi, 93.3% pendidikan ayah dalam katagori tinggi, 69.1% status ekonomi orangtua dengan katagori tinggi, 76.3% siswi terpapar informasi tentang menstruasi dan perilaku pengobatan, 66% pengetahuan siswi tentang menstruasi dalam katagori tinggi dan 53.6% sikap siswi dalam gangguan menstruasi yaitu positif. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat gangguan menstruasi, sikap, pengetahuan, status ekonomi, sudah berapa lama menstruasi berhubungan signifikan dengan perilaku pengobatan dan tingkat gangguan menstruasi merupakan faktor dominan yang mempengaruhi perilaku pengobatan gangguan menstruasi.
Kesimpulan : Tingkat gangguan menstruasi merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan perilaku pengobatan dengan OR 2.724 artinya siswi dengan tingkat gangguan menstruasi berpeluang 2.7 kali melakukan pengobatan ke tenaga kesehatan setelah dikontrol oleh sudah berapa lama menstruasi, status ekonomi, pengetahuan dan sikap.
Kata Kunci : Perilaku, Gangguan Menstruasi, Remaja
Daftar Pustaka : 24 buku, 12 jurnal
list of authors
Qori Kurnia Rahmawati, Prof. Dr. Herman Sudiman, SKm, Laila Ulfa, SKM, M.Kes
Date
Maret 2017