Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja Di SMK X Jakarta Timur Tahun 2016
Item
Title
Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja Di SMK X Jakarta Timur Tahun 2016
list of authors
Hetty Nurmiaty, Yenni Ariestanti,SST,MKes
Date
Juli, 2016
Abstract
XVI + 87 HALAMAN, 18 TABEL, 5 LAMPIRAN
ABSTRAK
Seks pranikah adalah hubungan seksual yang dilakukan remaja tanpa adanya ikatan pernikahan. Sedangkan perilaku seksual pranikah merupakan perilaku seksual yang dilakukan tanpa melalui proses pernikahan yang resmi menurut hukum maupun menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Penelitian ini merupakan penelitian dibidang kesehatan yang membahas tentang hubungan antara variabel independen yaitu predisposising factors (pengetahuan, pemahaman tingkat agama), enabling factors (keterpaparan pornografi, sumber informasi), reinforcing factors (peran orang tua, teman sebaya) dengan variabel dependent yaitu perilaku seks pranikah. Penelitian yang digunakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional dan data yang dikumpulkan adalah data primer yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X di SMK X Jakarta Timur bulan Mei 2016. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan di SMK X Jakarta Timur bahwa perilaku seks pranikah remaja di SMK X yaitu perilaku seks pranikah pada remaja tidak beresiko sebanyak 110 (90,2%) dan berisiko 12 (9,8%), predisposising factor yaitu pengetahuan dan pemahaman tingkat agama mempunyai hubungan yang bermakna dengan perilaku seks pranikah, enabling factor yaitu keterpaparan dan sumber informasi mempunyai hubungan yang bermakna dengan perilaku seks pranikah, reinforcing factor yaitu peran orang tua dan pengaruh teman sebaya mempunyai hubungan yang bermakna dengan perilaku seks pranikah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada remaja di SMK X Jakarta Timur tahun 2016. Berdasarkan penelitian maka dapat diambil kesimpulan bahwa masih adanya siswa yang melakukan perilaku seks pranikah berisiko, hal ini dikarenakan siswa tidak dapat memilah-milah jenis informasi yang diterima dan mudah terpengaruh teman sebaya. Untuk mencegah perilaku seks pranikah, remaja sebaiknya dapat memilah-milah jenis informasi yang diterima dan membentengi diri dengan pemahaman agama yang baik
Kata kunci : Perilaku Seks Pranikah, Remaja, SMK X.
Daftar Pustaka : 24 (2006-2014)
ABSTRAK
Seks pranikah adalah hubungan seksual yang dilakukan remaja tanpa adanya ikatan pernikahan. Sedangkan perilaku seksual pranikah merupakan perilaku seksual yang dilakukan tanpa melalui proses pernikahan yang resmi menurut hukum maupun menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Penelitian ini merupakan penelitian dibidang kesehatan yang membahas tentang hubungan antara variabel independen yaitu predisposising factors (pengetahuan, pemahaman tingkat agama), enabling factors (keterpaparan pornografi, sumber informasi), reinforcing factors (peran orang tua, teman sebaya) dengan variabel dependent yaitu perilaku seks pranikah. Penelitian yang digunakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional dan data yang dikumpulkan adalah data primer yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X di SMK X Jakarta Timur bulan Mei 2016. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan di SMK X Jakarta Timur bahwa perilaku seks pranikah remaja di SMK X yaitu perilaku seks pranikah pada remaja tidak beresiko sebanyak 110 (90,2%) dan berisiko 12 (9,8%), predisposising factor yaitu pengetahuan dan pemahaman tingkat agama mempunyai hubungan yang bermakna dengan perilaku seks pranikah, enabling factor yaitu keterpaparan dan sumber informasi mempunyai hubungan yang bermakna dengan perilaku seks pranikah, reinforcing factor yaitu peran orang tua dan pengaruh teman sebaya mempunyai hubungan yang bermakna dengan perilaku seks pranikah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada remaja di SMK X Jakarta Timur tahun 2016. Berdasarkan penelitian maka dapat diambil kesimpulan bahwa masih adanya siswa yang melakukan perilaku seks pranikah berisiko, hal ini dikarenakan siswa tidak dapat memilah-milah jenis informasi yang diterima dan mudah terpengaruh teman sebaya. Untuk mencegah perilaku seks pranikah, remaja sebaiknya dapat memilah-milah jenis informasi yang diterima dan membentengi diri dengan pemahaman agama yang baik
Kata kunci : Perilaku Seks Pranikah, Remaja, SMK X.
Daftar Pustaka : 24 (2006-2014)