Peran Inisiasi Menyusu Dini Terhadap Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi di Puskesmas Setu Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Tahun 2016
Item
Title
Peran Inisiasi Menyusu Dini Terhadap Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi di Puskesmas Setu Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Tahun 2016
Abstract
PROGRAM STUDI PASCA SARJANA
UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA
Tesis, Agustus 2016
Dewi Brilyanti
“Peran Inisiasi Menyusu Dini Terhadap Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi di Puskesmas Setu Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Tahun 2016”
60 hal + xv + lampiran
Abstrak
Latar belakang. Indikator utama derajat kesehatan masyarakat adalah angka kematian bayi (AKB). Gizi untuk bayi yang paling sempurna dan paling murah adalah ASI atau Air SusuIbu. Namun pemberian ASI eksklusif pada satu jam pertama kehidupan bayi (Inisiasi Menyusu Dini/IMD) cenderung menurun.
Tujuan. Mengetahui dan menjelaskan peran IMD terhadap pemberian ASI eksklusif pada bayi di Puskesmas Setu Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan tahun 2016.
Metode penelitian. Penelitian ini menggunakan rancangan yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan metode cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi usia>= 6 bulan. Sedangkan sampel penelitian ini adalah total sampling artinya jumlah seluruh populasi adalah sampel. Variabel yang diteliti meliputi IMD, pemberian ASI eksklusif, usia ibu, pendidikan, pekerjaan, dan LiLA ibu.
Hasil. Pelaksanaan IMD di Puskesmas Setu sebesar 34,2%, pemberian ASI eksklusif sebesar 29,8%. Ada hubungan antara IMD dengan pemberian ASI eksklusif, Nilai p = 0,000, dan nilai OR = 59,157.
Kesimpulan. Pelaksanaan IMD berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi. Ibu yang tidak melaksanakan IMD berisiko 59 kali untuk tidak memberikan ASI secara eksklusif pada bayi. Perkembangan dan dinamika kebijakan ASI eksklusif perlu terus menerus dicermati.
Kata kunci: IMD, ASI eksklusif, umur ibu
Daftar pustaka: 35 (1982-2014)
UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA
Tesis, Agustus 2016
Dewi Brilyanti
“Peran Inisiasi Menyusu Dini Terhadap Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi di Puskesmas Setu Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Tahun 2016”
60 hal + xv + lampiran
Abstrak
Latar belakang. Indikator utama derajat kesehatan masyarakat adalah angka kematian bayi (AKB). Gizi untuk bayi yang paling sempurna dan paling murah adalah ASI atau Air SusuIbu. Namun pemberian ASI eksklusif pada satu jam pertama kehidupan bayi (Inisiasi Menyusu Dini/IMD) cenderung menurun.
Tujuan. Mengetahui dan menjelaskan peran IMD terhadap pemberian ASI eksklusif pada bayi di Puskesmas Setu Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan tahun 2016.
Metode penelitian. Penelitian ini menggunakan rancangan yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan metode cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi usia>= 6 bulan. Sedangkan sampel penelitian ini adalah total sampling artinya jumlah seluruh populasi adalah sampel. Variabel yang diteliti meliputi IMD, pemberian ASI eksklusif, usia ibu, pendidikan, pekerjaan, dan LiLA ibu.
Hasil. Pelaksanaan IMD di Puskesmas Setu sebesar 34,2%, pemberian ASI eksklusif sebesar 29,8%. Ada hubungan antara IMD dengan pemberian ASI eksklusif, Nilai p = 0,000, dan nilai OR = 59,157.
Kesimpulan. Pelaksanaan IMD berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi. Ibu yang tidak melaksanakan IMD berisiko 59 kali untuk tidak memberikan ASI secara eksklusif pada bayi. Perkembangan dan dinamika kebijakan ASI eksklusif perlu terus menerus dicermati.
Kata kunci: IMD, ASI eksklusif, umur ibu
Daftar pustaka: 35 (1982-2014)
list of authors
Dewi Brilyanti, Prof. Dr. Herman Sudiman, SKM, Dr. Siti Masyitah, SKM, M.Kes
Date
Maret 2017