Determinan Ibu Terhadap Pemakaian Alat Kontrasepsi Dalam Rahim Periode Februari – April Tahun 2016 Di Pelayanan Obstetri Neonatal Esensial Dasar (Poned) C

Item

Title

Determinan Ibu Terhadap Pemakaian Alat Kontrasepsi Dalam Rahim Periode Februari – April Tahun 2016 Di Pelayanan Obstetri Neonatal Esensial Dasar (Poned) C

Abstract

Xii + vii bab +62 halaman + 5 lampiran

ABSTRAK
Intra Uterine Device (IUD) merupakan alat kontrasepsi yang terbuat dari bahan pelastik yang halus berbentuk spiral atau berbentuk lain yang di pasang di dalam rahim yang dipasang di dalam rahim dengan memakai alat khusus oleh dokter atau bidan / paramedik lain yang sudah dilatih. Menurut data suvey demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2007, memperlihatkan proporsi peserta KB untuk semua cara tercatat sebesar 61,1%. Bila dirinci lebih lanjut, proporsi kontrasepsi yang banyak digunakan adalah metode suntik (31,6%), pil (13,2%), AKDR (4,8%), sterilisasi wanita (3,1%), implant (2,8%), senggama terputus (2,2%), pantang berkala (1,5%), kondom (1,3%), sterilisasi pria (0,2%), dan metode lainya (0,4%). Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui determinan k ibu terhadap pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim di PONED cikampek karawang dan mengetahui hubungan umur, pendidikan, pengetahuan, paritas, dukungan suami dengan rendahnya pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim di PONED C. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini 107 responden yaitu seluruh pasangan usaia subur. Analisis data menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian didapatkan bahwa ibu yang memakai AKDR sebanyak 34 orang (31,8 %) dan ibu yang tidak memakai AKDR sebnayak 73 orang (68,2 %). Berdasarkan hasil analisis bivariat menunjukan bahwa ada hubungan antara umur dengan pemakaian AKDR (P = 0,028), ada hubungan antara pendidikan dengan pemakaian AKDR (P = 0,000), ada hubungan antara pengetahuan dengan pemakaian AKDR (P = 0,000), ada hubungan antara paritas dengan pemakaian AKDR (P = 0,014), dan ada hubungan antara dukungan suami dengan pemakaian AKDR (P = 0,000). Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada lima variabel yang berhubungan dengan pemakaian AKDR yaitu umur, pendidikan, pengetahuan, paritas dan dukungan suami.
Disarankan kepada PONED C agar bidan dan petugas kesehatan lainya dapat memberikan penyuluhan dan membuat leaflet, dan bekerja sama dengan kader – kader posyandu untuk memberi pengarahan atau informasi mengenai alat kontrasepsi dalam rahim.


Kata kunci : pemakaian, alat kontrasepsi dalam rahim, umur, pendidikan, pengetahuan, paritas, dukungan suami.
Daftar pustaka : 18 ( 2002 – 2013 )

list of authors

Uvi Hena Puspita, Zaenab,Dipl.Mw,MKes

Date

Agustus 2016

Item sets