Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Rupture Perineum Pada Ibu Bersalin Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2016
Item
Title
Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Rupture Perineum Pada Ibu Bersalin Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2016
Abstract
xvi + 62 halaman + 8 tabel + 2 bagan + 4 lampiran
ABSTRAK
Rupture perineum menjadi penyebab perdarahan ibu postpartum. Perdarahan postpartum menjadi penyebab utama 28% kematian Ibu di Indonesia. Sedangkan ruptur perineum spintan terjadi karena ketegangan pada daerah vagina pada saat melahirkan, beban psikologis menghadapi proses persalinan dan karena ketidaksesuaian antara jalan lahir dan janinnya. Efek yang ditimbulkan dari ruptur perineum apabila tidak dilakukan penatalaksanaan yang benar akan menimbulkan perdarahan, sehingga juga menyebabkan kematian pada ibu postpartum. Penelitian inin dilakukan dengan tujuan untuk membahas faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya rupture perineum pada ibu bersalin. Variabel yang mempengaruhi (independen) dalam penelitian ini adalah umur, paritas, berat badan lahir. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif, sedangkan rancangannya adalah cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari populasi ibu bersalin di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi yang mengalami rupture perineum yaitu sebanyak 78 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel umur (p value = 0,028 dan OR = 3,211), variabel paritas (p value = 0,031 dan OR = 0,320), variabel berat badan bayi lahir (p value = 0,039 dan OR = 3,042). Disarankan untuk institusi pendidikan untuk memperbanyak dan melengkapi buku-buku dan sumber atau referensi diperpustakaan yang berkaitan dengan permasalahan rupture perineum, serta bagi mahasiswa lain yang akan melakukan penelitian selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan menambah variabel lain.
Kata kunci : Umur, Paritas dan Berat Badan Bayi Lahir
Referensi : 25 Bacaan (2005- 2013)
ABSTRAK
Rupture perineum menjadi penyebab perdarahan ibu postpartum. Perdarahan postpartum menjadi penyebab utama 28% kematian Ibu di Indonesia. Sedangkan ruptur perineum spintan terjadi karena ketegangan pada daerah vagina pada saat melahirkan, beban psikologis menghadapi proses persalinan dan karena ketidaksesuaian antara jalan lahir dan janinnya. Efek yang ditimbulkan dari ruptur perineum apabila tidak dilakukan penatalaksanaan yang benar akan menimbulkan perdarahan, sehingga juga menyebabkan kematian pada ibu postpartum. Penelitian inin dilakukan dengan tujuan untuk membahas faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya rupture perineum pada ibu bersalin. Variabel yang mempengaruhi (independen) dalam penelitian ini adalah umur, paritas, berat badan lahir. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif, sedangkan rancangannya adalah cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari populasi ibu bersalin di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi yang mengalami rupture perineum yaitu sebanyak 78 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel umur (p value = 0,028 dan OR = 3,211), variabel paritas (p value = 0,031 dan OR = 0,320), variabel berat badan bayi lahir (p value = 0,039 dan OR = 3,042). Disarankan untuk institusi pendidikan untuk memperbanyak dan melengkapi buku-buku dan sumber atau referensi diperpustakaan yang berkaitan dengan permasalahan rupture perineum, serta bagi mahasiswa lain yang akan melakukan penelitian selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan menambah variabel lain.
Kata kunci : Umur, Paritas dan Berat Badan Bayi Lahir
Referensi : 25 Bacaan (2005- 2013)
list of authors
Vestina Yenny Ekeh, Darnialis Darwis,Dipl.Mw,MKes
Date
30 Juni 2016