Determinan Yang Berhubungan Dengan Kejadian Rupture Perineum Di Klinik “HOHC” Tahun 2016
Item
Title
Determinan Yang Berhubungan Dengan Kejadian Rupture Perineum Di Klinik “HOHC” Tahun 2016
Abstract
xvi + 49 Halaman + 3 Lampiran
ABSTRAK
Rupture Perineum dapat terjadi pada setiap persalinan dan tak jarang juga pada persalinan berikutnya. Rupture Perineum dapat menyebabkan perdarahan postpartum yang dapat membahayakan ibu bersalin. Pengelolaan yang baik selama proses persalinan dapat terjadinya rupture perineum dan mencegah terjadinya komplikasi pada saat nifas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan kejadian rupture perineum pada persalinan normal. Metode penelitian yang digunakan yaitu survey analitik cross sectional yaitu mempelajari hubungan antara variable paritas, berat badan bayi, usia ibu dan episiotomy dengan kejadian rupture perineum pada persalinan normal.
Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 143 responden, 119 orang (83%) mengalamai rupture perineum, dan 24 orang (17%) yang tidak mengalami rupture perineum. Berat badan bayi yang mengalami rupture perineum yaitu pada berat badan bayi normal 114 orang (80%). Ibu yang mengalami rupture perineum pada paritas yaitu primipara 37 orang (26%), multipara 82 orang (57%). Ibu yang mengalami rupture perineum pada umur ibu yaitu 20-35 tahun sebanyak 113 orang (79%),<20->35 tahun sebanyak 6 orang (4%). Ibu yang mengalami rupture perineum pada tindakan episiotomi sebanyak 4 orang (3%). Uji chi square menunjukkan p=0,000 untuk berat badan bayi lahir,p=0,001 untuk paritas , p=0,000 untuk umur ibu, p= 0,001 untuk tindakan episiotomi.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor berat badan bayi baru lahir, paritas,umur ibu, dan tindakan episiotomi terdapat hubungan terjadinya rupture perineum.mengingat begitu pentingnya meminimalkan agar tidak terjadi rupture perineum perlu dilakukan pencegahan seperti peningkatan keterampilan tenaga medis dan senam hamil untuk melatih kelenturan otot perineum.
Kata Kunci : kejadian rupture perineum, paritas, berat badan bayi baru lahir,umur ibu, tindakan episiotomi
Kepustakaan : 24 buku, ( 2001-2013)
ABSTRAK
Rupture Perineum dapat terjadi pada setiap persalinan dan tak jarang juga pada persalinan berikutnya. Rupture Perineum dapat menyebabkan perdarahan postpartum yang dapat membahayakan ibu bersalin. Pengelolaan yang baik selama proses persalinan dapat terjadinya rupture perineum dan mencegah terjadinya komplikasi pada saat nifas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan kejadian rupture perineum pada persalinan normal. Metode penelitian yang digunakan yaitu survey analitik cross sectional yaitu mempelajari hubungan antara variable paritas, berat badan bayi, usia ibu dan episiotomy dengan kejadian rupture perineum pada persalinan normal.
Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 143 responden, 119 orang (83%) mengalamai rupture perineum, dan 24 orang (17%) yang tidak mengalami rupture perineum. Berat badan bayi yang mengalami rupture perineum yaitu pada berat badan bayi normal 114 orang (80%). Ibu yang mengalami rupture perineum pada paritas yaitu primipara 37 orang (26%), multipara 82 orang (57%). Ibu yang mengalami rupture perineum pada umur ibu yaitu 20-35 tahun sebanyak 113 orang (79%),<20->35 tahun sebanyak 6 orang (4%). Ibu yang mengalami rupture perineum pada tindakan episiotomi sebanyak 4 orang (3%). Uji chi square menunjukkan p=0,000 untuk berat badan bayi lahir,p=0,001 untuk paritas , p=0,000 untuk umur ibu, p= 0,001 untuk tindakan episiotomi.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor berat badan bayi baru lahir, paritas,umur ibu, dan tindakan episiotomi terdapat hubungan terjadinya rupture perineum.mengingat begitu pentingnya meminimalkan agar tidak terjadi rupture perineum perlu dilakukan pencegahan seperti peningkatan keterampilan tenaga medis dan senam hamil untuk melatih kelenturan otot perineum.
Kata Kunci : kejadian rupture perineum, paritas, berat badan bayi baru lahir,umur ibu, tindakan episiotomi
Kepustakaan : 24 buku, ( 2001-2013)
list of authors
Evi Agustina,Dr. Tri Suratmi,MPd
Date
Juni 2016