Upaya Peningkatan Pelayanan Prima Di Ruang Kebidanan Rsud Baa Rote Ndao 2015
Item
Title
Upaya Peningkatan Pelayanan Prima Di Ruang Kebidanan Rsud Baa Rote Ndao 2015
Abstract
ABSTRAK
PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI ADMISTRASI RUMAH SAKIT
UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA 2015
Tesis, 17 April 2015
IRMA MARIA HIDELILO
UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN PRIMA di RUANG KEBIDANAN RSUD BAA ROTE NDAO 2015
Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses upaya peningkatan Pelayanan Prima di Ruang Kebidanan RSUD Baa Rote Ndao yang meliputi bagaimana Alur pelayan, Kompetensi SDM, Organisasi, Sarana dan Prasarana serta SOP / Kebijakan menghasilkan tercapainya Pelayanan Prima yang diharapkan. Penelitian ini memakai metode Kualitatif dengan studi kasus purposive sampling yang meliputi input, proses, output sebagai berikut :
1. Struktur organisasi RSUD Baa di ruang kebidanan masih sederhana dan belum sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Rote Ndao No. 8 Tahun 2009 Tentang Organisasi dan Tata Kerja RSUD Baa Rote Ndao.
2. Sarana Prasarana yang kurang baik sehingga mempengaruhi kinerja layanan yaitu :
• BOR ( angka penggunaan tempat tidur ) masih rendah karena dari 54 tempat tidur rumah sakit dimana jumlah tempat tidur ruang kebidanan sebanyak 6 tempat tidur sehingga BOR ruang kebidanan 54 %.
• Lama perawatan menurun ( ALOS ) 4 hari yang seharusnya 3 hari.
• Frekwensi penggunaan ( BTO ) tempat tidur 80 kali ( kurang baik )melebihi standar yang rata – rata 40 – 50 kali setahun.
• Lamanya tempat tidur kosong ( TOI ) selama 3 hari ( masih sesuai standar ).
3. Alur Pelayanan yang rendah mengakibatkan pelayan prima tidak sesuai.
Proses alur yang belum jelas dan terpilah. Contoh: Alur pelayanan pasien poli rawat jalan kebidanan dan pelayanan di ruang bersalin belum dibuat terpisah sehingga kesesuaian pelayanan prima yang baik belum terlaksana. Alur pelayanan rendah dapat di lihat dari gambaran kinerja BOR, ALOS, TOI, BTO.
4. Kompetensi SDM yang kurang dari jumlah tenaga medis, bidan dan tidak memiliki standar PONEK sehingga pelayanan prima tidak tercapai. standar aturan sedang SOP PONEK belum tersusun sehingga pelayanan prima belum tercapai. Spesialis kebidanan tidak ada, dokter umum 9 orang, bidan 12 0rang.
5. SOP / Kebijakan tidak sesuai standar aturan yaitu :
SOP yang sudah di susun dan revisi baru SOP APN dan PONED dimana cara penyusunan dan pelaksanaan masih banyak tidak sesuai karena tidak ada kesesuaian pelayanan prima dengan SOP / Kebijakan sesuai standar aturan yang berlaku.
Hasil penelitian ini dapat dibuktikan adanya hubungan yang bermakna meliputi : Organisasi, Alur Pelayanan, Kompetensi SDM, Sarana Prasarana dan SOP / Kebijakan dengan proses kesesuaian pelayanan prima sehingga tercapainya pelayanan prima.
Kata kunci : Pelayanan Prima, Struktur Organisasi, Alur Pelayanan, Sarana Prasarana, Kompetensi SDM, SOP / Kebijakan
PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI ADMISTRASI RUMAH SAKIT
UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA 2015
Tesis, 17 April 2015
IRMA MARIA HIDELILO
UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN PRIMA di RUANG KEBIDANAN RSUD BAA ROTE NDAO 2015
Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses upaya peningkatan Pelayanan Prima di Ruang Kebidanan RSUD Baa Rote Ndao yang meliputi bagaimana Alur pelayan, Kompetensi SDM, Organisasi, Sarana dan Prasarana serta SOP / Kebijakan menghasilkan tercapainya Pelayanan Prima yang diharapkan. Penelitian ini memakai metode Kualitatif dengan studi kasus purposive sampling yang meliputi input, proses, output sebagai berikut :
1. Struktur organisasi RSUD Baa di ruang kebidanan masih sederhana dan belum sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Rote Ndao No. 8 Tahun 2009 Tentang Organisasi dan Tata Kerja RSUD Baa Rote Ndao.
2. Sarana Prasarana yang kurang baik sehingga mempengaruhi kinerja layanan yaitu :
• BOR ( angka penggunaan tempat tidur ) masih rendah karena dari 54 tempat tidur rumah sakit dimana jumlah tempat tidur ruang kebidanan sebanyak 6 tempat tidur sehingga BOR ruang kebidanan 54 %.
• Lama perawatan menurun ( ALOS ) 4 hari yang seharusnya 3 hari.
• Frekwensi penggunaan ( BTO ) tempat tidur 80 kali ( kurang baik )melebihi standar yang rata – rata 40 – 50 kali setahun.
• Lamanya tempat tidur kosong ( TOI ) selama 3 hari ( masih sesuai standar ).
3. Alur Pelayanan yang rendah mengakibatkan pelayan prima tidak sesuai.
Proses alur yang belum jelas dan terpilah. Contoh: Alur pelayanan pasien poli rawat jalan kebidanan dan pelayanan di ruang bersalin belum dibuat terpisah sehingga kesesuaian pelayanan prima yang baik belum terlaksana. Alur pelayanan rendah dapat di lihat dari gambaran kinerja BOR, ALOS, TOI, BTO.
4. Kompetensi SDM yang kurang dari jumlah tenaga medis, bidan dan tidak memiliki standar PONEK sehingga pelayanan prima tidak tercapai. standar aturan sedang SOP PONEK belum tersusun sehingga pelayanan prima belum tercapai. Spesialis kebidanan tidak ada, dokter umum 9 orang, bidan 12 0rang.
5. SOP / Kebijakan tidak sesuai standar aturan yaitu :
SOP yang sudah di susun dan revisi baru SOP APN dan PONED dimana cara penyusunan dan pelaksanaan masih banyak tidak sesuai karena tidak ada kesesuaian pelayanan prima dengan SOP / Kebijakan sesuai standar aturan yang berlaku.
Hasil penelitian ini dapat dibuktikan adanya hubungan yang bermakna meliputi : Organisasi, Alur Pelayanan, Kompetensi SDM, Sarana Prasarana dan SOP / Kebijakan dengan proses kesesuaian pelayanan prima sehingga tercapainya pelayanan prima.
Kata kunci : Pelayanan Prima, Struktur Organisasi, Alur Pelayanan, Sarana Prasarana, Kompetensi SDM, SOP / Kebijakan
list of authors
Drs. Heru Kusumanto, MBA
Drs. Soedarto Soepangat, MARS
Sumijatun, S.Kp, MARS, Ph.D
Drs. Soedarto Soepangat, MARS
Sumijatun, S.Kp, MARS, Ph.D
Date
30 Mei 2015