Hubungan faktor ibu dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kelas B Kabupaten Subang Tahun 2017
Item
Title
Hubungan faktor ibu dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kelas B Kabupaten Subang Tahun 2017
list of authors
Putri Desy Ratnasari
Fitria Sari,SST,MKes
Fitria Sari,SST,MKes
Date
Agustus 2017
Abstract
xix + 62 halaman + 13 tabel + 2 gambar + 5 lampiran
ABSTRAK
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 g. BBLR merupakan prediktor utama angka kesakitan dan kematian bayi.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian berat badan lahir rendah di RSUD kelas B kabupaten Subang tahun 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini bayi baru lahir dengan BBLR sebanyak 78 bayi (random sampling). Analisis yang dilakukan adalah univariat dan bivariat.
Hasil penelitian bahwa 59,0% ibu yang usianya beresiko mempunyai kejadian BBLR prematuritas, 60,3% ibu yang paritasnya beresiko mempunyai kejadian BBLR prematuritas, 85,9% ibu yang bekerja mempunyai kejadian BBLR prematuritas, 57,7% ibu yang pendidikannya rendah mempunyai kejadian BBLR prematuritas, 82,1% ibu yang tidak hamil ganda mempunyai kejadian BBLR prematuritas.
Ada hubungan antara umur ibu (p=0,011), paritas (p=0,018), pekerjaan (p=0,023) dan hamil ganda (p=0,015) dengan kejadian bayi BBLR, sedangkan tidak ada hubungan antara pendidikan (p=0,148) dengan kejadian BBLR.
Saran yang diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat meningkatkan dalam pengawasan ANC.
Daftar bacaan : 20 buku dan 4 website (1997-2016)
Kata Kunci : BBLR, umur ibu, paritas, pekerjaan, pendidikan, hamil ganda
ABSTRAK
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 g. BBLR merupakan prediktor utama angka kesakitan dan kematian bayi.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian berat badan lahir rendah di RSUD kelas B kabupaten Subang tahun 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini bayi baru lahir dengan BBLR sebanyak 78 bayi (random sampling). Analisis yang dilakukan adalah univariat dan bivariat.
Hasil penelitian bahwa 59,0% ibu yang usianya beresiko mempunyai kejadian BBLR prematuritas, 60,3% ibu yang paritasnya beresiko mempunyai kejadian BBLR prematuritas, 85,9% ibu yang bekerja mempunyai kejadian BBLR prematuritas, 57,7% ibu yang pendidikannya rendah mempunyai kejadian BBLR prematuritas, 82,1% ibu yang tidak hamil ganda mempunyai kejadian BBLR prematuritas.
Ada hubungan antara umur ibu (p=0,011), paritas (p=0,018), pekerjaan (p=0,023) dan hamil ganda (p=0,015) dengan kejadian bayi BBLR, sedangkan tidak ada hubungan antara pendidikan (p=0,148) dengan kejadian BBLR.
Saran yang diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat meningkatkan dalam pengawasan ANC.
Daftar bacaan : 20 buku dan 4 website (1997-2016)
Kata Kunci : BBLR, umur ibu, paritas, pekerjaan, pendidikan, hamil ganda