Analisis Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Rawat Inap Ruang Aster Berdasarkan Standar Pelayanan Minimal Di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang Tahun 2018
Item
Title
Analisis Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Rawat Inap Ruang Aster Berdasarkan Standar Pelayanan Minimal Di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang Tahun 2018
Abstract
ABSTRAK
Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Atas hasil pengamatan peneliti secara empiris terlihat pelaksanaan di ruangan rawat inap aster secara umum bahwa dari 10 rekam medis ada 7 rekam medis yang tidak lengkap. Dikarenakan mobilitas rawat inap di ruang aster terlalu tinggi sehingga petugas kesehatan ( dokter dan perawat ) tidak melengkapi status rawat inap pasien. Dilihat dari hasil SPM Di RSU Kabupaten Tangerang pada rekam medis didapat bahwa 81,05 % dalam kelengkapan pengisian rekam medis 24 jam setelah pelayanan dimana target 95 %. Dimana tujuan penelitian ini adalah Menganalisis Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Rawat Inap Ruang Aster Berdasarkan Standar Pelayanan Minimal ( SPM ) Di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang Tahun 2018.
Penelitian ini merupakan mix method yang mengunakan penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan merancang studi cross sectional, dimana pengukuran pada subjek dilakukan 1 kali, bertujuan untuk mendapat gambaran distribusi variabel yang diteliti. Variabel independen latar belakang pendidikan petugas rekam medis dan pada point pelayanan rekam medis dimana terdiri dari SOP rekam medis, fasilitas serta peralatan rekam medis yang tersedia dan pengembangan staf serta program pendidikan rekam medis , variabel dependen Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Rawat Inap Ruang Aster Berdasarkan Standar pelayanan Minimal ( SPM ) .
Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa dari keseluruhan, terhadap berkas rekam medis yang diteliti didapatkan 42% terisi lengkap seluruh formulirnya, sedangkan 58% tidak lengkap pada salah satu atau lebih formulirnya. Formulir yang terisi lengkap adalah identitas, CPPT, dan informed consent, sedangkan formulir yang paling banyak tidak lengkap pengisiannya adalah pengkajian awal. Dari hasil wawancara yang didapat bahwa latar belakang pendidikan petugas rekam medis 49 % berlatar belakang pendidikan SMA 49 % ( Total 53 Orang SDM Yang ada ), SPO belum terinci secara mendetail serta kurangnya sosialisasi, Fasilitas dan peralatan yang masih dalam proses perbaikan dan pengembangan staf dan program pendidikan rekam medis masih kurang dimana masih terdapat yang belum pelatihan eksternal dan internal tentang mutu perekam medis.
Dari penelitian tersebut disarankan bahwa Perlu dilakukan workshop setiap 6 bulan tentang kelengkapan rekam medis di RS kepada semua petugas, Perlu pemberian bonus uang dan penghargaan sebagai Karyawan Teladan dalam rangka meningkatkan motivasi kepada semua petugas, Perlu ditunjuk suatu Tim dalam penyusunan Standar Prosedur Operasi (SPO) yang lebih rinci sesuai dengan akreditasi RS, Perlunya mengirim staf yang lulusan SMA untuk bisa melanjutkan pendidikan minimal D III Rekam Medis, Fasilitas dan sarana yang ada diperluas dikarenakan semakin banyaknya pasien yang sudah menerima pelayanan di RSU Kabupaten Tangerang, Perlu diadakan sosialisasi secara rutin tentang SOP yang berlaku di Rumah Sakit, Dengan adanya pasien semakin banyak, tempat penyimpanan dokumen rekam medis perlu diperluas atau perlu disediakan Elektronik Rekam Medis, dan Perlu dilakukan monitoring secara berkala perhari, perminggu, perbulan dan pertahun.
Kata Kunci : Rekam Medis, Kelengkapan, Pelayanan Rekam Medis
Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Atas hasil pengamatan peneliti secara empiris terlihat pelaksanaan di ruangan rawat inap aster secara umum bahwa dari 10 rekam medis ada 7 rekam medis yang tidak lengkap. Dikarenakan mobilitas rawat inap di ruang aster terlalu tinggi sehingga petugas kesehatan ( dokter dan perawat ) tidak melengkapi status rawat inap pasien. Dilihat dari hasil SPM Di RSU Kabupaten Tangerang pada rekam medis didapat bahwa 81,05 % dalam kelengkapan pengisian rekam medis 24 jam setelah pelayanan dimana target 95 %. Dimana tujuan penelitian ini adalah Menganalisis Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Rawat Inap Ruang Aster Berdasarkan Standar Pelayanan Minimal ( SPM ) Di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang Tahun 2018.
Penelitian ini merupakan mix method yang mengunakan penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan merancang studi cross sectional, dimana pengukuran pada subjek dilakukan 1 kali, bertujuan untuk mendapat gambaran distribusi variabel yang diteliti. Variabel independen latar belakang pendidikan petugas rekam medis dan pada point pelayanan rekam medis dimana terdiri dari SOP rekam medis, fasilitas serta peralatan rekam medis yang tersedia dan pengembangan staf serta program pendidikan rekam medis , variabel dependen Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Rawat Inap Ruang Aster Berdasarkan Standar pelayanan Minimal ( SPM ) .
Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa dari keseluruhan, terhadap berkas rekam medis yang diteliti didapatkan 42% terisi lengkap seluruh formulirnya, sedangkan 58% tidak lengkap pada salah satu atau lebih formulirnya. Formulir yang terisi lengkap adalah identitas, CPPT, dan informed consent, sedangkan formulir yang paling banyak tidak lengkap pengisiannya adalah pengkajian awal. Dari hasil wawancara yang didapat bahwa latar belakang pendidikan petugas rekam medis 49 % berlatar belakang pendidikan SMA 49 % ( Total 53 Orang SDM Yang ada ), SPO belum terinci secara mendetail serta kurangnya sosialisasi, Fasilitas dan peralatan yang masih dalam proses perbaikan dan pengembangan staf dan program pendidikan rekam medis masih kurang dimana masih terdapat yang belum pelatihan eksternal dan internal tentang mutu perekam medis.
Dari penelitian tersebut disarankan bahwa Perlu dilakukan workshop setiap 6 bulan tentang kelengkapan rekam medis di RS kepada semua petugas, Perlu pemberian bonus uang dan penghargaan sebagai Karyawan Teladan dalam rangka meningkatkan motivasi kepada semua petugas, Perlu ditunjuk suatu Tim dalam penyusunan Standar Prosedur Operasi (SPO) yang lebih rinci sesuai dengan akreditasi RS, Perlunya mengirim staf yang lulusan SMA untuk bisa melanjutkan pendidikan minimal D III Rekam Medis, Fasilitas dan sarana yang ada diperluas dikarenakan semakin banyaknya pasien yang sudah menerima pelayanan di RSU Kabupaten Tangerang, Perlu diadakan sosialisasi secara rutin tentang SOP yang berlaku di Rumah Sakit, Dengan adanya pasien semakin banyak, tempat penyimpanan dokumen rekam medis perlu diperluas atau perlu disediakan Elektronik Rekam Medis, dan Perlu dilakukan monitoring secara berkala perhari, perminggu, perbulan dan pertahun.
Kata Kunci : Rekam Medis, Kelengkapan, Pelayanan Rekam Medis
list of authors
Drs Soedarto Soepangat, MARS, PhD
Teguh Wiyono, SE, MARS
Hendro Subroto, SKp, MARS
Teguh Wiyono, SE, MARS
Hendro Subroto, SKp, MARS
Date
17 Juli 2018