Analisis Budaya Keselamatan Pasien Dalam Upaya Peningkatan Patient Safety Di Ruang Rawat Inap Rs Evasari Awal Bros Tahun 2018
Item
Title
Analisis Budaya Keselamatan Pasien Dalam Upaya Peningkatan Patient Safety Di Ruang Rawat Inap Rs Evasari Awal Bros Tahun 2018
Abstract
ABSTRAK
Latar belakang: Budaya keselamatan pasien di ruang rawat inap RS Evasari Awal Bros belum berjalan dengan baik, ditandai oleh banyaknya pelaporan insiden keselamatan pasien. Dimana RS Evasari Awal Bros merupakan RS yang telah terakreditasi paripurna oleh KARS, yang seharusnya menerapkan budaya keselamatan pasien dengan maksimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui status budaya keselamatan pasien di ruang rawat inap RS Evasari Awal Bros Tahun 2018.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods research yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan metode kualitatif dengan tehnik triangulasi. Subjek penelitiannya adalah staf medis dan non medis yang bekerja lebih dari 1 tahun di ruang rawat inap sebanyak 70 orang. Pengukuran budaya keselamatan pasien menggunakan kuesioner AHRQ (2004) yang diadopsi dari penelitian Puspitasari M. (2009). Kuesioner ini terdiri dari 12 dimensi (ditambah 2 dimensi tambahan) dengan 42 item pertanyaan serta dilengkapi dengan data wawancara dengan tim KPRS.
Hasil dan Pembahasan: Status budaya keselamatan pasien di RS Evasari Awal Bros termasuk kategori budaya sedang dengan rata-rata persepsi positif sebesar 57%. Kekuatan terbesar adalah dimensi pembelajaran organisasi dan perbaikan berkelanjutan, jumlah kejadian yang dilaporkan serta kerjasama dalam unit. Sementara hambatannya berasal dari kelemahan yaitu dimensi staffing, respon non punitive terhadap kesalahan, Patient safety grade serta serah terima dan transisi
Simpulan dan Saran: Budaya keselamatan pasien di ruang rawat inap RS Evasari Awal Bros termasuk kategori sedang, dimana perlu dilakukan perbaikan dan peningkatan dalam berbagai aspek, guna tercapainya tujuan program patient safety.
Kata Kunci: Budaya Keselamatan Pasien, patient safety, insiden keselamatan pasien.
Daftar Pustaka : 50 (1999-2016)
Latar belakang: Budaya keselamatan pasien di ruang rawat inap RS Evasari Awal Bros belum berjalan dengan baik, ditandai oleh banyaknya pelaporan insiden keselamatan pasien. Dimana RS Evasari Awal Bros merupakan RS yang telah terakreditasi paripurna oleh KARS, yang seharusnya menerapkan budaya keselamatan pasien dengan maksimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui status budaya keselamatan pasien di ruang rawat inap RS Evasari Awal Bros Tahun 2018.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods research yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan metode kualitatif dengan tehnik triangulasi. Subjek penelitiannya adalah staf medis dan non medis yang bekerja lebih dari 1 tahun di ruang rawat inap sebanyak 70 orang. Pengukuran budaya keselamatan pasien menggunakan kuesioner AHRQ (2004) yang diadopsi dari penelitian Puspitasari M. (2009). Kuesioner ini terdiri dari 12 dimensi (ditambah 2 dimensi tambahan) dengan 42 item pertanyaan serta dilengkapi dengan data wawancara dengan tim KPRS.
Hasil dan Pembahasan: Status budaya keselamatan pasien di RS Evasari Awal Bros termasuk kategori budaya sedang dengan rata-rata persepsi positif sebesar 57%. Kekuatan terbesar adalah dimensi pembelajaran organisasi dan perbaikan berkelanjutan, jumlah kejadian yang dilaporkan serta kerjasama dalam unit. Sementara hambatannya berasal dari kelemahan yaitu dimensi staffing, respon non punitive terhadap kesalahan, Patient safety grade serta serah terima dan transisi
Simpulan dan Saran: Budaya keselamatan pasien di ruang rawat inap RS Evasari Awal Bros termasuk kategori sedang, dimana perlu dilakukan perbaikan dan peningkatan dalam berbagai aspek, guna tercapainya tujuan program patient safety.
Kata Kunci: Budaya Keselamatan Pasien, patient safety, insiden keselamatan pasien.
Daftar Pustaka : 50 (1999-2016)
list of authors
drs.Soedarto Soepangat, MARS, Ph.D
Teguh Wiyono, SE, MARS
dr. Andriyani Risma Sanggul, M.Epid
Teguh Wiyono, SE, MARS
dr. Andriyani Risma Sanggul, M.Epid
Date
Juli 2018