Hubungan Status Gizi Bayi Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Puskesmas Pagar Agung Kabupaten Lahat Tahun 2017
Item
Title
Hubungan Status Gizi Bayi Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Puskesmas Pagar Agung Kabupaten Lahat Tahun 2017
Abstract
xxi + 75 halaman + 1 bagan + 17 tabel + 8 lampiran
ABSTRAK
Bayi yang mengalami kekurangan gizi masih banyak di Indonesia Berdasarkan data Depkes (2010) prevalensi bayi dengan status gizi kurang berdasarkan BB sebesar sebesar 13,0% (sekitar 3,6 juta). Di Sumatera Selatan status gizi balita berdasarkan berat badan per umur (BB/U) gizi baik 74,5%, gizi kurang 14,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Status Gizi Bayi Dengan Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Pagar Agung Kabupaten Lahat Tahun 2017. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan metode cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi berusia ≥6-12bulan yang berada di PKM Pagar Agung Kabupaten Lahat. Jumlah sampel sebanyak 86 bayi. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat didapatkan bayi yang mempunyai status gizi baik sebanyak 55 orang (64,0%) dan status gizi kurang sebanyak 31 orang (36,0%), bayi yang diberi ASI eksklusif sebanyak 42 orang (48,8%) dan tidak diberi ASI eksklusif sebanyak 44 orang (51,2%), bayi dengan panjang badan normal sebanyak 70 orang (81,4%) dan bayi dengan panjang badan pendek sebanyak 16 orang (18,6%), ibu yang berpendidikan tinggi sebanyak 73 orang (84,9%) dan ibu yang berpendidikan rendah sebanyak 13 orang (15,1%), ibu yang bekerja sebanyak 57 orang (66,3%) dan ibu yang tidak bekerja sebanyak 29 orang (33,7%), jumlah anak sedikit sebanyak 60 orang (69,8%) dan jumlah anak banyak 26 orang (30,2%). Hasil analisis bivariat variabel pemberian ASI eksklusif, panjang badan bayi dan paritas memiliki hubungan yang signifikan sedangkan variabel pendidikan ibu dan pekerjaan ibu tidak ada hubungan yang signifikan. Simpulan penelitian ini mayoritas status gizi bayi adalah gizi baik, pemberian ASI tidak eksklusif, PB bayi normal, ibu berpendidikan tinggi, ibu yang bekerja serta jumlah anak sedikit. Berdasarkan penelitian tersebut disarankan agar lebih meningkatkan lagi penyuluhan tentang pentingnya ASI eksklusif melalui kunjungan ibu hamil pada saat ANC karena pemberian ASI eksklusif dapat berpengaruh terhadap status gizi bayi
Daftar Bacaan : 43 (2009-2016)
Kata kunci : Status Gizi, ASI Eksklusif, Usia Bayi
ABSTRAK
Bayi yang mengalami kekurangan gizi masih banyak di Indonesia Berdasarkan data Depkes (2010) prevalensi bayi dengan status gizi kurang berdasarkan BB sebesar sebesar 13,0% (sekitar 3,6 juta). Di Sumatera Selatan status gizi balita berdasarkan berat badan per umur (BB/U) gizi baik 74,5%, gizi kurang 14,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Status Gizi Bayi Dengan Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Pagar Agung Kabupaten Lahat Tahun 2017. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan metode cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi berusia ≥6-12bulan yang berada di PKM Pagar Agung Kabupaten Lahat. Jumlah sampel sebanyak 86 bayi. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat didapatkan bayi yang mempunyai status gizi baik sebanyak 55 orang (64,0%) dan status gizi kurang sebanyak 31 orang (36,0%), bayi yang diberi ASI eksklusif sebanyak 42 orang (48,8%) dan tidak diberi ASI eksklusif sebanyak 44 orang (51,2%), bayi dengan panjang badan normal sebanyak 70 orang (81,4%) dan bayi dengan panjang badan pendek sebanyak 16 orang (18,6%), ibu yang berpendidikan tinggi sebanyak 73 orang (84,9%) dan ibu yang berpendidikan rendah sebanyak 13 orang (15,1%), ibu yang bekerja sebanyak 57 orang (66,3%) dan ibu yang tidak bekerja sebanyak 29 orang (33,7%), jumlah anak sedikit sebanyak 60 orang (69,8%) dan jumlah anak banyak 26 orang (30,2%). Hasil analisis bivariat variabel pemberian ASI eksklusif, panjang badan bayi dan paritas memiliki hubungan yang signifikan sedangkan variabel pendidikan ibu dan pekerjaan ibu tidak ada hubungan yang signifikan. Simpulan penelitian ini mayoritas status gizi bayi adalah gizi baik, pemberian ASI tidak eksklusif, PB bayi normal, ibu berpendidikan tinggi, ibu yang bekerja serta jumlah anak sedikit. Berdasarkan penelitian tersebut disarankan agar lebih meningkatkan lagi penyuluhan tentang pentingnya ASI eksklusif melalui kunjungan ibu hamil pada saat ANC karena pemberian ASI eksklusif dapat berpengaruh terhadap status gizi bayi
Daftar Bacaan : 43 (2009-2016)
Kata kunci : Status Gizi, ASI Eksklusif, Usia Bayi
list of authors
Eldira Ifada
Yenni Ariestanti,SST,MKes
Yenni Ariestanti,SST,MKes
Date
Agustus 2017