Kontribusi Media Sosial Terhadap Perilaku Pencegahan HIV/AIDS Pada LSL di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2018
Item
Title
Kontribusi Media Sosial Terhadap Perilaku Pencegahan HIV/AIDS Pada LSL di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2018
Abstract
ABSTRAK
Laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki sangat rentan terkena HIV dikarenakan perilaku hubungan seksual yang beresiko dan tidak aman, baik yang dilakukan secara anal maupun oral LSL merupakan kelompok risiko tinggi tertular HIV/AIDS yang membutuhkan perhatian khusus. Media sosial merupakan teknologi digital yang memungkin orang untuk berhubungan, berinteraksi, memproduksi dan berbagi isi pesan atau informasi. Penggunaan media sosial pada dunia kesehatan dapat digunakan sebagai media promosi kesehatan yang dapat diakses oleh siapa saja dengan menggunakan jaringan internet.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan media sosial sebagai media informasi terhadap perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS pada LSL di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo.Jenis penelitian ini adalah kuantitaif dengan rancangan penelitian potong lintang atau cross sectional, populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah LSL yang melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo, dengan sampel 94 orang. Pengumpulan data angket, menggunakan kuesioner tehnik yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat (Chi-Square). Hasil Diperoleh bahwa LSL yang berperilaku pencegahan HIV/AIDS negative yaitu (46,8%) dan berperilaku positif yaitu (53,2%). Variabel yang secara sigifikan berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS pada LSL di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo adalah pengetahuan pencegahan penularan HIV/AIDS (p=0,014), sikap terhadap perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS (p=0,003), paparan media sosial terhadap perilaku pencegahan HIV/AIDS (p=0,006), peran komunitas terhadap perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS (p= 0,009), peran fasilitas kesehatan terhadap perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS (p=0,004). Faktor dominan yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS adalah peran fasilitas kesehatan dengan OR (4,000). Diharapkan kepada LSL agar selalu aktif mencari informasi mengenai perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS kepada petugas kesehatan maupun melalui media sosial di halaman informasi yang sudah terpercaya sumbernya, selalu berperilaku seks yang aman untuk mencegah terjadinya penularan HIV/AIDS
Daftar bacaan: 43 (1995-2017)
Kata Kunci: perilaku, pencegahan penularan HIV/AIDS, LSL, pengetahuan, sikap, kontribusi media sosial, komunitas, fasilitas kesehatan
Laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki sangat rentan terkena HIV dikarenakan perilaku hubungan seksual yang beresiko dan tidak aman, baik yang dilakukan secara anal maupun oral LSL merupakan kelompok risiko tinggi tertular HIV/AIDS yang membutuhkan perhatian khusus. Media sosial merupakan teknologi digital yang memungkin orang untuk berhubungan, berinteraksi, memproduksi dan berbagi isi pesan atau informasi. Penggunaan media sosial pada dunia kesehatan dapat digunakan sebagai media promosi kesehatan yang dapat diakses oleh siapa saja dengan menggunakan jaringan internet.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan media sosial sebagai media informasi terhadap perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS pada LSL di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo.Jenis penelitian ini adalah kuantitaif dengan rancangan penelitian potong lintang atau cross sectional, populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah LSL yang melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo, dengan sampel 94 orang. Pengumpulan data angket, menggunakan kuesioner tehnik yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat (Chi-Square). Hasil Diperoleh bahwa LSL yang berperilaku pencegahan HIV/AIDS negative yaitu (46,8%) dan berperilaku positif yaitu (53,2%). Variabel yang secara sigifikan berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS pada LSL di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo adalah pengetahuan pencegahan penularan HIV/AIDS (p=0,014), sikap terhadap perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS (p=0,003), paparan media sosial terhadap perilaku pencegahan HIV/AIDS (p=0,006), peran komunitas terhadap perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS (p= 0,009), peran fasilitas kesehatan terhadap perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS (p=0,004). Faktor dominan yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS adalah peran fasilitas kesehatan dengan OR (4,000). Diharapkan kepada LSL agar selalu aktif mencari informasi mengenai perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS kepada petugas kesehatan maupun melalui media sosial di halaman informasi yang sudah terpercaya sumbernya, selalu berperilaku seks yang aman untuk mencegah terjadinya penularan HIV/AIDS
Daftar bacaan: 43 (1995-2017)
Kata Kunci: perilaku, pencegahan penularan HIV/AIDS, LSL, pengetahuan, sikap, kontribusi media sosial, komunitas, fasilitas kesehatan
list of authors
Lisma Ratna D. Sinaga (165059108)
Prof. Dr. Budiharto, drg, SKM
Prof. Dr. Budiharto, drg, SKM
Date Modified
Agustus 2018