Tingkat Kepatuhan Dokter Gigi Muda (Coass) Terhadap Infeksi Nosokomial Dalam Pelaksanaan Peningkatan Budaya Patient Safety Di Rsgm Fkg Usakti Tahun 2016
Item
Title
Tingkat Kepatuhan Dokter Gigi Muda (Coass) Terhadap Infeksi Nosokomial Dalam Pelaksanaan Peningkatan Budaya Patient Safety Di Rsgm Fkg Usakti Tahun 2016
Abstract
ABSTRAK
Infeksi nosokomial dapat terjadi pada semua orang yang berkontak didalamnya termasuk dokter gigi muda (coass) dengan pasien,karena mereka tidak terlepas dari kemungkinan untuk berkontak secara langsung ataupun tidak langsung dengan mikroorganisme dalam saliva dan darah pasien. Penyebaran infeksi dapat terjadi secara inhalasi yaitu melalui proses pernafasan atau melalui transmisi mikroorganisme dari serum dan berbagai substansi lain yang telah terinfeksi. Meningkatnya risiko infeksi pada pasien ditingkatkan oleh kontaminasi silang yang terjadi selama perawatan pasien. Berbagai macam cara dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial antara lain dengan vaksin imunisasi hepatitis b sebagai proteksi diri sebelum melakukan perawatan gigi, masker, kacamata pelindung, sarung tangan, baju praktek, penutup rambut maupun kebersihan lingkungan tempat kerja yang meliputi cuci tangan, cara pembersihan alat dan lingkungan sebagai strategi control universal precautions.
RSGM FKG USAKTI sebagai rumah sakit pendidikan memiliki prinsip pengendalian infeksi untuk mencegah penularan penyakit dengan segala kemungkinannya baik dari satu pasien ke pasien yang lain maupun dari pasien ke dokter gigi atau perawat gigi, dan demikian pula sebaliknya. Sistem Pengendalian Infeksi yang diterapkan di RSGM FKG Usakti, meliputi tindakan pencegahan infeksi dalam penanganan pasien menurut standar kewaspadaan universal yang terdiri atas kewaspadaan standar dan kewaspadaan isolasi, Saat ini RSGM FKG Usakti memiliki pusat kontrol infeksi yang terdesentralisasi di masing – masing unit pelayanan medis dan juga kontrol infeksi di masing-masing instalasi sesuai SOP yang berlaku dengan menggunakan sterilisator uap dan kering. Apabila infeksi nosocomial itu didiamkan,diabaikan,tidak diperhatikan pasti akan ada akibatnya pada patient safety. Oleh karena itu pencegahan terjadinya infeksi nosocomial di RSGM FKG USAKTI sangat berpengaruh terhadap patient safety dan akan berdampak juga pada akreditasi yang mana akreditasi adalah pengakuan yang layak dan tidaknya pelayanan yang ada di RSGM FKG USAKTI tersebut,apabila akreditasi meningkat maka akan didapatkan peningkatan dan citra pelayanan yang ada di RSGM FKG USAKTI.
Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif untuk menggali lebih jauh mengenai mengenai tingkat kepatuhan dokter gigi muda(coass) terhadap infeksi nosocomial dalam peningkatan budaya patient safety di RSGM FKG USAKTI. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer didapat dari hasil wawancara mendalam dan hasil observasi penelitian pendahuluan dan data sekunder diperoleh dari telaah data di RSGM FKG USAKTI.
Hasil penelitian diketahui lebih dari 50% dokter gigi muda (coass) sudah mematuhi dalam pelaksanaan pencucian tangan,pemakaian APD dan sterilisasi alat dalam pengendalian infeksi nosocomial ,meskipun demikian, menggingat dampak infeksi nosocomial sangat besar bagi rumah sakit dan erat kaitannya dengan patient safety,diharapkan ada peningkatan dalam pengendalian infeksi nosocomial tertutama dalam control infeksi dan proteksi diri.
Kata kunci : infeksi nosocomial, dokter gigi muda (coass),patient safety
Infeksi nosokomial dapat terjadi pada semua orang yang berkontak didalamnya termasuk dokter gigi muda (coass) dengan pasien,karena mereka tidak terlepas dari kemungkinan untuk berkontak secara langsung ataupun tidak langsung dengan mikroorganisme dalam saliva dan darah pasien. Penyebaran infeksi dapat terjadi secara inhalasi yaitu melalui proses pernafasan atau melalui transmisi mikroorganisme dari serum dan berbagai substansi lain yang telah terinfeksi. Meningkatnya risiko infeksi pada pasien ditingkatkan oleh kontaminasi silang yang terjadi selama perawatan pasien. Berbagai macam cara dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial antara lain dengan vaksin imunisasi hepatitis b sebagai proteksi diri sebelum melakukan perawatan gigi, masker, kacamata pelindung, sarung tangan, baju praktek, penutup rambut maupun kebersihan lingkungan tempat kerja yang meliputi cuci tangan, cara pembersihan alat dan lingkungan sebagai strategi control universal precautions.
RSGM FKG USAKTI sebagai rumah sakit pendidikan memiliki prinsip pengendalian infeksi untuk mencegah penularan penyakit dengan segala kemungkinannya baik dari satu pasien ke pasien yang lain maupun dari pasien ke dokter gigi atau perawat gigi, dan demikian pula sebaliknya. Sistem Pengendalian Infeksi yang diterapkan di RSGM FKG Usakti, meliputi tindakan pencegahan infeksi dalam penanganan pasien menurut standar kewaspadaan universal yang terdiri atas kewaspadaan standar dan kewaspadaan isolasi, Saat ini RSGM FKG Usakti memiliki pusat kontrol infeksi yang terdesentralisasi di masing – masing unit pelayanan medis dan juga kontrol infeksi di masing-masing instalasi sesuai SOP yang berlaku dengan menggunakan sterilisator uap dan kering. Apabila infeksi nosocomial itu didiamkan,diabaikan,tidak diperhatikan pasti akan ada akibatnya pada patient safety. Oleh karena itu pencegahan terjadinya infeksi nosocomial di RSGM FKG USAKTI sangat berpengaruh terhadap patient safety dan akan berdampak juga pada akreditasi yang mana akreditasi adalah pengakuan yang layak dan tidaknya pelayanan yang ada di RSGM FKG USAKTI tersebut,apabila akreditasi meningkat maka akan didapatkan peningkatan dan citra pelayanan yang ada di RSGM FKG USAKTI.
Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif untuk menggali lebih jauh mengenai mengenai tingkat kepatuhan dokter gigi muda(coass) terhadap infeksi nosocomial dalam peningkatan budaya patient safety di RSGM FKG USAKTI. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer didapat dari hasil wawancara mendalam dan hasil observasi penelitian pendahuluan dan data sekunder diperoleh dari telaah data di RSGM FKG USAKTI.
Hasil penelitian diketahui lebih dari 50% dokter gigi muda (coass) sudah mematuhi dalam pelaksanaan pencucian tangan,pemakaian APD dan sterilisasi alat dalam pengendalian infeksi nosocomial ,meskipun demikian, menggingat dampak infeksi nosocomial sangat besar bagi rumah sakit dan erat kaitannya dengan patient safety,diharapkan ada peningkatan dalam pengendalian infeksi nosocomial tertutama dalam control infeksi dan proteksi diri.
Kata kunci : infeksi nosocomial, dokter gigi muda (coass),patient safety
list of authors
Sumijatun, S.Kp, MARS, PhD
Heru Kusumanto,SKM.MBA.MM
Drs. Soedarto Soepangat, MARS
Heru Kusumanto,SKM.MBA.MM
Drs. Soedarto Soepangat, MARS
Date
Agustus 2016