Analisis Penerapan Standar Pemasangan Infus Di Rumah Sakit Delima Asih Sisma Medika Tahun 2017
Item
Title
Analisis Penerapan Standar Pemasangan Infus Di Rumah Sakit Delima Asih Sisma Medika Tahun 2017
Abstract
Abstrak
PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI MANAJEMEN ADMINISTRASI RUMAH SAKIT
Tesis, September 2017
Analisis Penerapan Prosedur Pemasangan Infus di Unit Gawat Darurat RS. Delima Asih Sisma Medika Tahun 2017.
Xviii+ halaman + tabel + gambar + lampiran
Unit Gawat Darurat merupakan pintu masuk seluruh pasien yang membutuhkan pelayanan yang perlu penanganan yang segera. Alasan penelitian dilakukan di Unit Gawat Darurat yaitu di karenakan pemasangan infus banyak dilakukan di Unit gawat darurat dan ketika peneliti melakukan kunjungan ke UGD terdapat penemuan-penemuan dari beberapa prosedur pemasangan infus yang tidak di jalankan oleh perawat, dari hasil temuan tersebut ditemukan bahwa perawat tidak mencuci tangan sebelum melakukan tindakan pemasangan infus dan ini sangat membahayakan keselamatan pasien maupun perawat sehingga dapat menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pelaksanaan penerapan prosedur tindakan pemasangan infus di Unit Gawat Darurat sudah sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan di RS.Delima Asih Sisma Medika
Penelitian ini adalah penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang dilakukan dengan wawancara dan observasi terhadap informan yang berkaitan dengan penelitian ini. Untuk penelitian ini dari 9 perawat UGD masing-masing dilakukan pengamatan sebanyak 3 pengamatan dalam pelaksanaan pemasangan infus sehingga sampel berjumlah sebanyak 27 orang pasien yang dilakukan tindakan pemasangan infus.
Dari hasil analisa didapat petugas UGD tidak mengucapkan salam terlebih dahulu pada pasien dan keluarga pasien sebanyak 24 orang dari 27 sampel yang di ambil (89%), tidak menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan kepada pasien sebanyak 23 orang dari 27 sampel yang diambil (85%), tidak mencuci tangan sebelum tindakan sebanyak 16 orang dari 27 sampel yang diambil (59%) dan tidak mengucapkan salam penutup pada keluarga pasien sebanyak 25 orang dari 27 sampel yang diambil (93%). Dilihat dari denah Unit Gawat Darurat, letak westafel dan minoscrub yang jauh dari jangkauan perawat, sehingga menyulitkan perawat melakukan cuci tangan.Dari hasil triangulasi data dengan dokumen persetujuan tindakan medis infus, didapatkan hasil yang menandatanganin surat pernyataan tindakan medis adalah Dokter dan Saksi Keluarga 1, Dokter,Saksi RS dan Saksi Keluarga 3, Saksi RS dan Saksi Keluarga 18, Saksi Keluarga atau pasien 5 dari total lembar persetujuan tindakan infus sebanyak 27 lembar.
Dari seluruh hasil pengamatan yang dilakukan, prosedur penerapan pemasangan infus di UGD terdapat beberapa prosedur pelaksanaan yang tidak dijalankan sesuai dengan prosedur oleh perawat.Saran Bagi Rumah Sakit Delima Asih Sisma Medika adalah lakukan sosialisasi terhadap semua kebijakan dan prosedur kepada pelaksana, memberikan award bagi perawat yang sudah menjalan SOP dengan benar, dll.
Kata kunci : SPO, UGD, RS Delima Asih Sisma Medika, Cuci Tangan, Informed consent
PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI MANAJEMEN ADMINISTRASI RUMAH SAKIT
Tesis, September 2017
Analisis Penerapan Prosedur Pemasangan Infus di Unit Gawat Darurat RS. Delima Asih Sisma Medika Tahun 2017.
Xviii+ halaman + tabel + gambar + lampiran
Unit Gawat Darurat merupakan pintu masuk seluruh pasien yang membutuhkan pelayanan yang perlu penanganan yang segera. Alasan penelitian dilakukan di Unit Gawat Darurat yaitu di karenakan pemasangan infus banyak dilakukan di Unit gawat darurat dan ketika peneliti melakukan kunjungan ke UGD terdapat penemuan-penemuan dari beberapa prosedur pemasangan infus yang tidak di jalankan oleh perawat, dari hasil temuan tersebut ditemukan bahwa perawat tidak mencuci tangan sebelum melakukan tindakan pemasangan infus dan ini sangat membahayakan keselamatan pasien maupun perawat sehingga dapat menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pelaksanaan penerapan prosedur tindakan pemasangan infus di Unit Gawat Darurat sudah sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan di RS.Delima Asih Sisma Medika
Penelitian ini adalah penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang dilakukan dengan wawancara dan observasi terhadap informan yang berkaitan dengan penelitian ini. Untuk penelitian ini dari 9 perawat UGD masing-masing dilakukan pengamatan sebanyak 3 pengamatan dalam pelaksanaan pemasangan infus sehingga sampel berjumlah sebanyak 27 orang pasien yang dilakukan tindakan pemasangan infus.
Dari hasil analisa didapat petugas UGD tidak mengucapkan salam terlebih dahulu pada pasien dan keluarga pasien sebanyak 24 orang dari 27 sampel yang di ambil (89%), tidak menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan kepada pasien sebanyak 23 orang dari 27 sampel yang diambil (85%), tidak mencuci tangan sebelum tindakan sebanyak 16 orang dari 27 sampel yang diambil (59%) dan tidak mengucapkan salam penutup pada keluarga pasien sebanyak 25 orang dari 27 sampel yang diambil (93%). Dilihat dari denah Unit Gawat Darurat, letak westafel dan minoscrub yang jauh dari jangkauan perawat, sehingga menyulitkan perawat melakukan cuci tangan.Dari hasil triangulasi data dengan dokumen persetujuan tindakan medis infus, didapatkan hasil yang menandatanganin surat pernyataan tindakan medis adalah Dokter dan Saksi Keluarga 1, Dokter,Saksi RS dan Saksi Keluarga 3, Saksi RS dan Saksi Keluarga 18, Saksi Keluarga atau pasien 5 dari total lembar persetujuan tindakan infus sebanyak 27 lembar.
Dari seluruh hasil pengamatan yang dilakukan, prosedur penerapan pemasangan infus di UGD terdapat beberapa prosedur pelaksanaan yang tidak dijalankan sesuai dengan prosedur oleh perawat.Saran Bagi Rumah Sakit Delima Asih Sisma Medika adalah lakukan sosialisasi terhadap semua kebijakan dan prosedur kepada pelaksana, memberikan award bagi perawat yang sudah menjalan SOP dengan benar, dll.
Kata kunci : SPO, UGD, RS Delima Asih Sisma Medika, Cuci Tangan, Informed consent
list of authors
Ir. Syafiul A. Sjaaf, Mars
DR. drg. Wahyu Sulistiadi, Mars
dr. Anwar fathoni, Mars
DR. drg. Wahyu Sulistiadi, Mars
dr. Anwar fathoni, Mars
Date
September 2017