Analisis Biaya Operasional Tindakan Hemodialis Berdasarkan Activity Based Costing Di Rumah Sakit “X” Jakarta Tahun 2018
Item
Title
Analisis Biaya Operasional Tindakan Hemodialis Berdasarkan Activity Based Costing
Di Rumah Sakit “X” Jakarta Tahun 2018
Di Rumah Sakit “X” Jakarta Tahun 2018
Abstract
ABSTRAK
Latar belakang: Sebagai implementasi pelaksanaan Undang-undang Kesehatan, Pemerintah membentuk BPJS kesehatan. Dalam pelaksanaannya tarif INA-CBG’s untuk tindakan hemodialisis di RS tipe B swasta lebih rendah dari biaya operasional, namun RS”X” tetap melakukan hemodialisis bahkan akan menambah jumlah pelayanan. Selama satu tahun terdapat 8.820 tindakan hemodialisis. Tujuan: untuk memperoleh gambaran nilai biaya operasional yang lebih presisi sesuai dengan biaya pertindakan.
Metode: Jenis penelitian ini adalah analisis biaya dengan menggunakan pendekatan kualitataif dan kuantitatif. Rancangan penelitian cross sectional dengan data kuantitatif. Dilakukan pehitungan unit cost dan analisis biaya dengan metode Activity Based Costing/ABC. Hasil perhitungan dan analisis biaya untuk mengetahui biaya satuan tindakan HD dengan cara menelusuri biaya-biaya yang berhubungan dengan pusat biaya yaitu tindakan HD sebagai pusat produksi dan bagian-bagian lain yang mendukung tindakan.
Hasil:. Komponen biaya operasional berupa biaya langsung overhead, biaya tidak langsung overhead dan biaya langsung direct tracing. Besarnya biaya per tindakan untuk biaya langsung overhead sebesar Rp. 348.929,96,- biaya tidak langsung overhead sebesar Rp. 422.524,11,- dan biaya langsung direct tracing untuk single use sebesar Rp. 574.597,00,- serta biaya tindakan re use sebesar Rp. 347.097,00,-. Biaya pertindakan layanan hemodialisis untuk tindakan single use sebesar Rp. 1.346.051,07,- dan untuk tindakan reuse sebesar Rp. 1.118.551,07,-. Selisih rerata biaya antara biaya tindakan hemodialisis dengan tarif INA-CBG’s di RS “X” Jakarta tahun 2017, untuk tindakan single use sebesar -Rp. 422,951,07,- dan untuk tindakan reuse sebesar -Rp. 195.451, besaran Cost recovery rate untuk tindakan single use sebesar -68,57% untuk tindakan reuse sebesar -82,53%
Simpulan dan Saran: Biaya Operasional tindakan hemodialisis di RS”X”J lebih besar dari Tarif INA-CBG’s. Perlu dilakukan evaluasi biaya, penambahan jumlah tidakan hemodialisa serta penambahan tindakan menjadi 3 shift.
(kata kunci: Biaya Operasional, Tindakan Hemodialisis, Tarip INA-CBG’s)
Daftar Pustaka: 26
Latar belakang: Sebagai implementasi pelaksanaan Undang-undang Kesehatan, Pemerintah membentuk BPJS kesehatan. Dalam pelaksanaannya tarif INA-CBG’s untuk tindakan hemodialisis di RS tipe B swasta lebih rendah dari biaya operasional, namun RS”X” tetap melakukan hemodialisis bahkan akan menambah jumlah pelayanan. Selama satu tahun terdapat 8.820 tindakan hemodialisis. Tujuan: untuk memperoleh gambaran nilai biaya operasional yang lebih presisi sesuai dengan biaya pertindakan.
Metode: Jenis penelitian ini adalah analisis biaya dengan menggunakan pendekatan kualitataif dan kuantitatif. Rancangan penelitian cross sectional dengan data kuantitatif. Dilakukan pehitungan unit cost dan analisis biaya dengan metode Activity Based Costing/ABC. Hasil perhitungan dan analisis biaya untuk mengetahui biaya satuan tindakan HD dengan cara menelusuri biaya-biaya yang berhubungan dengan pusat biaya yaitu tindakan HD sebagai pusat produksi dan bagian-bagian lain yang mendukung tindakan.
Hasil:. Komponen biaya operasional berupa biaya langsung overhead, biaya tidak langsung overhead dan biaya langsung direct tracing. Besarnya biaya per tindakan untuk biaya langsung overhead sebesar Rp. 348.929,96,- biaya tidak langsung overhead sebesar Rp. 422.524,11,- dan biaya langsung direct tracing untuk single use sebesar Rp. 574.597,00,- serta biaya tindakan re use sebesar Rp. 347.097,00,-. Biaya pertindakan layanan hemodialisis untuk tindakan single use sebesar Rp. 1.346.051,07,- dan untuk tindakan reuse sebesar Rp. 1.118.551,07,-. Selisih rerata biaya antara biaya tindakan hemodialisis dengan tarif INA-CBG’s di RS “X” Jakarta tahun 2017, untuk tindakan single use sebesar -Rp. 422,951,07,- dan untuk tindakan reuse sebesar -Rp. 195.451, besaran Cost recovery rate untuk tindakan single use sebesar -68,57% untuk tindakan reuse sebesar -82,53%
Simpulan dan Saran: Biaya Operasional tindakan hemodialisis di RS”X”J lebih besar dari Tarif INA-CBG’s. Perlu dilakukan evaluasi biaya, penambahan jumlah tidakan hemodialisa serta penambahan tindakan menjadi 3 shift.
(kata kunci: Biaya Operasional, Tindakan Hemodialisis, Tarip INA-CBG’s)
Daftar Pustaka: 26
list of authors
Dr. Yuli Prapancha Satar, MARS, Ph.D
Dr. Ismail Sangadji, Sp.A , MARS
Dr. M. Iman Prasetyo, MARS
Dr. Ismail Sangadji, Sp.A , MARS
Dr. M. Iman Prasetyo, MARS
Date
Juli 2018