Hubungan Antara Umur,Gizi, Dan Paritas Dengan Tingginya Kejadian Ketuban Pecah Dini Di Klinik Nam
Item
Title
Hubungan Antara Umur,Gizi, Dan Paritas Dengan Tingginya Kejadian Ketuban Pecah Dini Di Klinik Nam
Abstract
Studi pendahuluan di Klinik NAM pada data di Medical Record bulan Juli-Agustus 2016 kasus Ketuban Pecah Dini sebanyak 10 pasien yang menggambarkan adanya kaitan dengan faktor umur, gizi dan paritas dengan kejadian ketuban pecah dini.
Untuk mendalami masalah tersebut,dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan ketuban pecah dini.Dalam penelitian ini akan diteliti hubungan antara umur bumil,gizi dan paritas dengan kejadian KPD.
Ketuban pecah dini adalah pecahnya selaput ketuban secara spontan yang terjadi sebelum inpartu pada umur kehamilan ≤37 minggu.
Desain penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, dengan metode pengambilan data cross sectional yaitu yang di lakukan dalam waktu yang bersamaan dengan subjek yang berbeda.. Penelitian ini menggunakan alat pangkalan data dengan menggunakan data status pasien di Medical Record.
Hasil penelitian dari 47 kasus KPD, didapatkan bahwa responden dengan umur kehamilan ≤37 minggu sebanyak 29 responden (61,7%), responden berdasarkan umur ≤20 tahun sebanyak 36 responden (76,6%), responden berdasarkan gizi yang memiliki lila ≤22,5cm sebanyak 27 responden (54,4%), responden berdasarkan paritas sedikit (≤2kali) sebanyak 30 responden (63,8%). Hasil analisis menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara umur (P=0,033), gizi (P=0,042), paritas (P=0,030) dengan tingginya kejadian ketuban pecah dini.
Menurut peneliti, hasil penelitian ini tidak jauh berbeda dengan hasil penelitian orang lain, bahwa ada hubungan antara umur,gizi dan paritas dengan kejadian KPD.
Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi pengelola program di Klinik NAM yaitu memberikan konseling dan penyuluhan tentang tanda bahaya KPD, untuk URINDO dapat menambah informasi,sedangkan untuk ilmu pengetahuan untuk menambah wawasan, untuk pasien diharapkan untuk dapat mengantisipasi KPD,dan untuk peneliti dapat menjadikan acuan KPD untuk peneliti selanjutnya.
Kata kunci : Ketuban Pecah Dini,Gizi, Umur dan Paritas.
Daftar Bacaan : 24 (2002-2015)
Untuk mendalami masalah tersebut,dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan ketuban pecah dini.Dalam penelitian ini akan diteliti hubungan antara umur bumil,gizi dan paritas dengan kejadian KPD.
Ketuban pecah dini adalah pecahnya selaput ketuban secara spontan yang terjadi sebelum inpartu pada umur kehamilan ≤37 minggu.
Desain penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, dengan metode pengambilan data cross sectional yaitu yang di lakukan dalam waktu yang bersamaan dengan subjek yang berbeda.. Penelitian ini menggunakan alat pangkalan data dengan menggunakan data status pasien di Medical Record.
Hasil penelitian dari 47 kasus KPD, didapatkan bahwa responden dengan umur kehamilan ≤37 minggu sebanyak 29 responden (61,7%), responden berdasarkan umur ≤20 tahun sebanyak 36 responden (76,6%), responden berdasarkan gizi yang memiliki lila ≤22,5cm sebanyak 27 responden (54,4%), responden berdasarkan paritas sedikit (≤2kali) sebanyak 30 responden (63,8%). Hasil analisis menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara umur (P=0,033), gizi (P=0,042), paritas (P=0,030) dengan tingginya kejadian ketuban pecah dini.
Menurut peneliti, hasil penelitian ini tidak jauh berbeda dengan hasil penelitian orang lain, bahwa ada hubungan antara umur,gizi dan paritas dengan kejadian KPD.
Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi pengelola program di Klinik NAM yaitu memberikan konseling dan penyuluhan tentang tanda bahaya KPD, untuk URINDO dapat menambah informasi,sedangkan untuk ilmu pengetahuan untuk menambah wawasan, untuk pasien diharapkan untuk dapat mengantisipasi KPD,dan untuk peneliti dapat menjadikan acuan KPD untuk peneliti selanjutnya.
Kata kunci : Ketuban Pecah Dini,Gizi, Umur dan Paritas.
Daftar Bacaan : 24 (2002-2015)
list of authors
Silvia Finida Hannisa
dr. Sawitono Amin Singgih, DAF
dr. Sawitono Amin Singgih, DAF
Date
Februari 2017