-
This proceeding includes the written version of contributions presented and the process of event
during the 3rd of International Nursing & Health Science Student & Health Care Professional
Conference 2019 (INSHP 2019). This program was conducted in Novotel Hotel Makassar-Indonesia
from November 6 to 7, 2019.
The conference offered and provided a setting for presenting and discussing recent issues, topics, and
developments in variety of themes including health promotion & disease prevention; patient centred
care; specialty nursing; transcultural nursing; global health nursing; health care system & policy;
information & communication technology; and interprofessional education. This conference gave
excellent chances for speakers and participants who come from the United Kingdom (the UK),
Australia, Japan and some areas and provinces in Indonesia to present and to discuss topics in their
expertise and interested research areas.
The brief session of presentations on themes “Translating nursing and health science research into
evidence-based practice in achieving SDGs”, has been highly appreciated for the efforts of keynote
speakers in presenting their ideas and sharing their knowledge in lively and interesting ways. Huge
appreciation is also given to the facilitators for sharing the materials in the Workshop of Writing for
International Publication in accessible and interactive methods.
We would like to thank very much all the participants for their contribution to the Conference Program
and to this Proceeding. Many thanks to the Indonesian participants and the committee for their
support and hospitality, in which the overseas participants to feel home in Makassar-Indonesia.
Sincerely thanks are also expressed to all the reviewers of abstract for their help by commenting and
giving their feedback to get better version of abstract to be published in this proceeding.
We are also pleased to aknowledge the informational support from the reviewer of the Conference
Program and the financial support from Hasanuddin University (UNHAS). Additionally, thank to all the
support given by the other education and health services institutions such as University of SalfordManchester, La Trobe University- Australia, The University of Newcastle-Australia, and Komatsu
University-Japan. The most importantly, we would like to acknowledge our countless thanks to our
God who always gives all the best of this life.
We are looking forward to the next conference of nursing and health science that will be held in
Makassar. We hope it will be an interesting and beneficial event for all participants
-
-
Arus globalisasi sudah tidak terbendung lagi masuk ke Indonesia. Hal ini juga disertai
dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Dunia kini memasuki era revolusi
industri 4.0, yakni menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big
data, robotic, dan lain sebagainya yang dikenal dengan fenomena disruptive
innovation. Perkembangan era industri 4.0 tidak hanya dalam bidang teknologi ataupun
factory saja, tetapi sudah melingkupi di semua aspek kehidupan.
Perubahan ini sudah pasti berimbas juga bagi industri yang bergerak di bidang
kesehatan termasuk di antaranya adalah perawatan kesehatan. Menghadapi tantangan
tersebut, pelayanan kesehatan pada umumnya dan keperawatan pada khususnya dituntut
untuk berubah ke era digitalisasi guna meningkatkan kualitas pelayanan perawatan
kesehatan untuk optimalisasi derajat kesehatan masyarakat.
Kualitas pelayanan keperawatan sangat menentukan pencapaian peningkatan
derajat kesehatan baik dalam pelayanan di rumah sakit. Peningkatan kualitas pelayanan
keperawatan sesuai dengan era revolusi industri 4.0 tidak hanya mengedepankan
perkembangan teknologi, tetapi juga harus mengedepankan biopsikososiokultural dalam
keperawatan. Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan ini juga harus didukung sinergi
antara evidence based di klinik dan juga perkembangan iptek dalam pendidikan
keperawatan. Peningkatan keilmuan dalam bidang pendidikan keperawatan harus sejalan
dengan aplikasinya dalam pemberian asuhan keperawatan di rumah sakit ataupun di klinik.
Hal inilah yang mendasari alasan pentingnya pengembangan kualitas keperawatan
sejalan dengan era revolusi industri 4.0 dengan mengedepankan kemitraan dari pendidikan
dan pelayanan keperawatan. Oleh karena itu pada Seminar Nasional Keperawatan kali ini,
kami mengangkat tema terkait “Kolaborasi Pelayanan dan Pendidikan Keperawatan di era
revolusi industri 4.0”.
-
Stunting adalah gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu
lama dan ditunjukkan dengan nilai z skor TB/U kurang dari-2 SD. Stunting pada masa anak
merupakan faktor risiko kematian dan menyebabkan rendahnya kemampuan kognitif serta
perkembangan motorik. Faktor yang berhubungan dengan stunting diantaranya adalah faktor ibu,
genetik, asupan makanan dan penyakit infeksi. Studi literatur dilakukan dengan menelusuri artikel
melalui Google Scholar, mulai tahun 2016-2019. Hasil studi menunjukkan bahwa paritas dan
pemberian ASI Eksklusif berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Keluarga yang
memiliki banyak anak dan disertai kondisi ekonomi yang kurang, memiliki risiko lebih besar untuk
memiliki balita stunting karena keluarga tidak dapat memberikan perhatian dan mencukupi
kebutuhan gizi seluruh anaknya. Pemberian ASI eksklusif harus dilakukan karena ASI mengandung
zat gizi dan imunologik yang lengkap sehingga sangat menunjang pertumbuhan dan meningkatkan
daya tahan tubuh. Untuk itu perlu mendorong keluarga untuk mengatur jarak persalinan dan
memiliki bekal pengetahuan dan pemahaman yang cukup agar dapat memberikan ASI secara
eksklusif
-
Dunia saat ini tengah dihadapkan pada krisis global akibat terjadinya pandemi COVID-19.
Bahkan hingga sekarang belum ada kepastian kapan krisis ini akan berakhir. Krisis tersebut
memiliki konsekuensi terhadap kesejahteraan dan hak anak secara global karena anak merupakan
kelompok usia yang rentan terhadap terjadinya krisis. Oleh karena itu diperlukan upaya yang
komprehensif dan melibatkan berbagai stakeholder untuk menjaga hak dan kesejahteraan anak.
Namun demikian, kita melihat bahwa berbagai negara di seluruh dunia termasuk Indonesia tidak
memiliki budget cukup untuk memenuhi hak anak ini terutama untuk domain perlindungan,
kesehatan, dan edukasi. PBB memperkirakan bahwa telah terjadi lonjakan jumlah anak yang dapat
jatuh kedalam tingkat kemiskinan ekstrim akibat krisis ini (Muhyiddin, 2020). Dengan demikian
krisis ini telah mengambalikan waktu ke masa lalu kepada masa awal membangun kesejahteraan
anak. Oleh karena itu diperlukan perhatian yang lebih kuat dari sebelumnya dalam upaya
meningkatkan kesejahteraan dan memenuhi hak anak.
Selain konsekuensi terhadap aspek ekonomi, kebijakan pembatasan sosial dan aktifitas
oleh pemerintah untuk mengendalikan pandemi menimbulkan dampak signifikan pada
kesejahteraan anak (UNICEF, 2020). Penutupan sekolah menjadi tantangan tersendiri dalam dunia
pendidikan di negara berkembang, selain itu dampak buruk krisis pada sektor pendidikan ini juga
membuat anak laki-laki maupun perempuan lebih rentan menjadi pekerja anak dan mengalami
kekerasan pada anak (WHO). Penangguhan program vaksinasi dan program kesehatan di
masyarakat diprediksi akan menyebabkan lonjakan angka kesakitan dan kematian bayi dan anak.
Selain pada anak yang sehat dan sakit, dampak sosial dan kesehatan juga dirasakan lebih berat
pada anak dengan disabilitas dan yang memiliki kebutuhan khusus, karena tanpa adanya krisis
global pun, anak disabilitas atau anak berkebutuhan khusus (ABK) merupakan kelompok anak
yang sangat rentan, sering mendapatkan stigmatisasi, dan termarjinalkan (UNICEF, 2020).
Beban yang dihadapi oleh ABK dapat terjadi pada berbagai aspek terutama aspek
kesehatan, sosial, pendidikan, dan ekonomi (Tirtayani, 2017). Kebijakan physical distancing dan
penutupan sekolah memberi konsekuensi dalam regulasi pelayanan kesehatan dan pendidikan
(Huch & Shmis, 2020). Anak tidak hanya membutuhkan akses terhadap akses internet yang baik
dan ketersediaan buku yang lengkap, tetapi juga sangat membutuhkan alat bantu dan kurikulum
pembelajaran khusus yang dapat terus dilakukan selama pembelajaran di rumah. Anak dengan
kondisi sehat dan sakit juga harus diperhatikan terkait pertumbuhan dan perkembangan yang harus
tetap optimal meski dalam keadaan pandemi. Selain itu, anak dengan kebutuhan khusus juga akan
menghadapi hambatan yang lebih besar dalam akses kesehatan yang selama pandemi ini dibatasi.
Layanan terapi dan konseling yang selama masa normal diikuti oleh ABK dan keluarga menjadi
-
Efikasi mempengaruhi proses berpikir, motivasi dan kondisi perasaan, semuanya berperan terhadap jenis
perfomansi yang dilakukan. Efikasi diri adalah keyakinan individu akan kemampuannya untuk mengatur dan
melakukan perilaku yang mendukung kesehatannya berdasarkan pada tujuan dan harapan yang
diinginkannya.Koping yang efektif adalah koping yang sesuai dengan masalah, situasi, dan stres yang
dihadapi. Penderita penyakit ginjal kronik menjalani terapi hemodialisis yang dilakukan 2 sampai 3 kali
seminggu dengan durasi waktu 4 sampai 5 jam setiap kali hemodialisis. Penelitian ini adalah untuk
mengetahui hubungan efikasi diri dengan mekanisme koping pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani
hemodialisis di RSMH. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatancross sectional. Pemilihan
sampel pada penelitian ini menggunakan purposivesampling dengan jumlah sampel sebanyak 99 pasien gagal
ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Hasil analisis uji Fisher’s Exact didapatkan p-value 0,04 (p<0,05).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara efikasi diri dan mekanisme
koping pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.
-
“Demographic Dividend” are two combined words increasingly known these days. The
term of demographic dividend is simply defined as a condition when a country have the number of
people within the productive age bracket (15-64) is higher than the number of non-productive
group (0-14 and above 65). While dividend means an amount of money added to wages on a
seasonal basis, especially as reward for good performance. So it means when demographic
dividend occurs, a country will receive “bonus” or revenue in form of economic growth as the
working population are larger than the non-working group.
It is evident that human resource has critical contribution for reaping demographic
dividend. Qualified human resources are required in order to make sure that the state have adequate
professionals with a good job and salary in order to contribute for country’s revenue. Creating
qualified human resource is a long-life process that involved multi-sectoral contribution, including
health sector.
In health sector, it is well understood that the individual quality is formed and processed
since childhood. Various factors influence this irreversible process, such as nutrition, health status,
health facility, and macro environment (economy, knowledge, culture, politic and education).
Knowing this, a holistic cooperation is required even within health sectoral itself. Hoping that it
will give significant contribution and certainty that each individual life is counted, that children can
attend school and well-performed with minor absence. Further, they graduate with skill and get a
job with decent salary. This adequate of professionals then will boost economic growth of a
country.
To take a part in international platform, Faculty of Health Science, Universitas
Pembangunan Nasional Veteran Jakarta would organize the event called “INTERNATIONAL
CONFERENCE ON HEALTH DEVELOPMENT” with the theme “Reaping the benefits of a
Demographic Dividend by Achieving Quality Human Resources through Health Investment”,
that later will accommodate four majors which are Nutrition, Public Health, Nursing and
Physiotherapy.
-
Language development is a child’s ability to response the voice such as follow the order
to speak spontaniously. Child’s language development is vary from one child to other
child. It is related to neurology competence and cognitive development. Normal spoken
development depends on a child’s maturation. The period of a child is ready to speak is
when the child is able to speak as their communication is when they are in 9 months to 24
months. The quesionare is used to collect data, quantitave is used in this research
included correlative description to explore correlative relationship of each variable. This
design is chosed because the researcher wanted to know the language development to
child 18-34 monts with working mother. Cross sectional approach is used in this
research.
-
I want to introduce the study performed in Vietnam targeting clinical nurses. I will explain to the
detail about the measurements, the method of classification to assess the burnout state, causal
model of burnout, and so on. I hope that my speech is informative for you all. Purpose: We had
three objectives. The first one was to create the Vietnamese version of MBI-GS (Maslach Burnout
Inventory-General Survey) and AWS (Areas of Worklife Survey). The second one was to assess
the burnout state of Vietnamese clinical nurses. The last one was to develop a causal model of
burnout. Methods: We conducted a descriptive design using a cross-sectional survey. The
questionnaire was delivered to 500 clinical nurses in three hospitals. The Vietnamese MBI-GS
and AWS were examined for reliability and validity. Then, we classified scores on the three
subscales (exhaustion, cynicism, professional efficacy) of the MBI-GS according to the revised
exhaustion+1 criterion. Lastly, we performed path analysis to develop a causal model of burnout
among clinical nurses in Vietnam using the MBI-GS and AWS. The Leiter and Maslach’s theory
was applied to our frame work. Results: We found that both scales were reliable and valid for
assessing burnout and workplace stressor. Among nurses, 0.7% was severely burned out and
15.8% was burned out. The percentage on nurses in exhausted and in depression was 17.2% and
3.5% respectively. Among participants, 62.8% was in good health. The best predictor of burnout
regarding job occupational factors was “on-duty work schedule” that clinical nurses have to work
for 24 hours. In the causal model, we found similarity and difference pathways in comparison
with the original model. Discussion: I want to discuss with you based on the study I introduce at
the conference. I appreciate your involvement.
-
Adolescent related to reproductive health problems. The problem occurs because of
adolescent had a lack of knowledge and attitudes about reproductive health. Smartphones
was effective tools of education and it can improve knowledge and attitudes of teenagers,
so the problem on adolescent reproductive health can be solved. This research analyze
the differences and effect of health education through a smartphone and a booklet on the
knowledge and attitudes of adolescents about reproductive health, also to analyze the
factors that change knowledge and attitudes of adolescent after receiving health education
from smartphone. This research was a mix method research that combines quantitative
and qualitative research with concurent embedded design. Quantitative research used
quasi-experiment design, conducted on 84 adolescent, divided in to two groups.
Qualitative research conducted in 8 adolescents who received health education through
the smartphone as an informant. Differences in knowledge and attitudes before and after
health education through smartphones and booklets were analyzed with the Wilcoxon test.
There was the differences between health education through smartphone and booklet on
changed knowledge and attitudes of adolescents about reproductive health. The
infleunces of health education through smartphone on knowledge and attitudes of
adolescents about reproductive health is better than booklet (p <0.05). The factors that
cause the adolescent knowledge and attitude changed after getting health education
through smartphones are good content, simple language, the content is interesting, easy
to understand, being a trend, easy to read, effective, easy to carry, easy to store, more
privacy, easily stored, simple, easily accessible and the content was complete.
Smartphone as effective tools of health education, it can improve knowledge and attitudes
of adolescents about reproductive health.
-
Latar Belakang: Kegagalan pertumbuhan (stunting) pada anak usia di bawah lima tahun
(balita) dapat menyebabkan berbagaigangguan perkembangan, termasuk perkembangan
kognitif dan motorik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kognitif tumbuh
kembang anak terhadap psikomotorik petugas kesehatan untuk anak stunting di Desa
Kedungori, Dempet, Demak tahun 2019.
Metode: Desain penelitian yaitu jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif
dengan pendekatan kuantitatif yaitu analisis kuantitatif secara deskriptif dengan rancangan
cross sectional (potong lintang). Populasi yaitu kader posyandu dan tokoh masyarakat di
Desa Kedungori Kecamatan Dempet Kabupaten Demak sebanyak 36 orang. Sampel yang
digunakan adalah seluruh anggota populasi sebanyak 36 responden. Variabel penelitian
yang pertama adalah aspek kognitif yang diberi notasi huruf (X) sebagai variabel bebas,
sedangkan variabel yang kedua adalah aspek psikomotorik yang diberi notasi huruf (Y)
sebagai variabel terikat. Instrumen penelitian berupa Angket Kognitif-Psikomotorik dan foto
dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa Kuesioner KognitifPsikomotrik dan dokumentasi. Analisis data menggunakan regresi linier berganda.
Hasil: Aspek kognitif berpengaruh terhadap aspek psikomotorik (sig. t =0,001).
Simpulan: Terdapat pengaruh kognitif tumbuh kembang anak terhadap psikomotorik
petugas kesehatan untuk anak stunting.
-
Tingginya angka kematian ibu (AKI) salah satunya disebabkan oleh kematian obstetriklangsung dan obstetrtik tidak langsung. Kematian obstetrik langsung disebabkan oleh penyakit yangsudah ada sebelum kehamilan atau persalinan misalnya hipertensi sedangkankematian obstetriktidak langsung penyakit yang mungkin telah terjadi sebelum kehamilan dan diperburuk olehkehamilan ibu sendiri misalnya anemia. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh airkelapa terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester II. Jenis penelitianmenggunakan desain eksperimen. Jumlah sampel sebanyak 10 responden, diambil dengan cara totalsampling. Pengumpulan data melalui data primer. Analisis menggunakan uji t (beda dua meandependent). Hasil penelitian bahwa 10 responden mengalami peningkatan rata-rata 0,97 gr% per-satu minggu pemberian air kelapa sebanyak 500 cc dengan nilai p value 0,0001 yang berartimenunjukan adanya pengaruh maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang signifikanrata-rata kadar hemoglobin pre test dan post test intervensi.Diharapkan hasil penelitian dapatdijadikan sebagaiupaya preventif dan kuratif bagi ibu hamil dengan anemia terutama ibu hamiltrimester II.
-
Exercise may not be a cure for depression and anxiety during pregnancy, but it certainly seems
to help. A systemic review of physical exercise during pregnancy for healthy women found that
it is safe and beneficial for mother and child. Exercise may not be a cure
for depression and anxiety during pregnancy, but it certainly seems to help. A systemic review
of physical exercise during pregnancy for healthy women found that it is safe and beneficial for
mother and child. Exercising while physical distancing is important as it can help improve your
mood, reduce back pain, improve your posture, prepare you for childbirth, and more.
-
Aim/Objective The aim of this study was to determine the effect of adding garlic which
contains antioxidant compounds, to beef protein levels exposed to microwaves in the cooking
process using a microwave oven. Material and method This research method is a pure
experimental research with pretest posttest control group design. The independent variable in
this study was the concentration of garlic which was varied in 3 different concentrations namely
25%, 50% and 100%. The solvent used in making garlic extract is water. Dependent variable is
the level of meat protein before and after administration of antioxidants and microwave
radiation exposure. The type of meat used is beef sirloin. A total of 100 grams of meat with a
thickness of 2.5 cm, applied with garlic extract and left for 1 hour at room temperature. The
meat is then cooked using a microwave oven with a temperature of 150oC and baking time for 8
minutes. Protein content test using the Kjeldahl method before and after treatment, carried out
in the health laboratory, Universitas Citra Bangsa. Results The results showed that there was a
significant effect between garlic concentration on beef protein levels exposed to microwaves (pvalue = 0.048). The correlation coefficient (R2
) between garlic concentration and protein
content is 0.906. Conclusion Garlic concentration has a positive influence on meat protein
levels. This means that the higher the concentration of garlic added to the meat before cooking,
the higher the level of meat protein can be maintained.
-
Di Indonesia laserasi perineum dialami oleh 75% ibu melahirkan pervaginam. Pada tahun 2013
menemukan bahwa dari total 1951 kelahiran spontan pervaginam, 57% ibu mendapat jahitan
perineum (28% karena episiotomi dan 29% karena robekan spontan). Kemungkinan atau diagnosa
potensial pada ibu nifas dengan luka jahitan perineum adalah potensial terjadi infeksi luka jahitan
perineum.Daun binahong memiliki kandungan minyak atsiri dan asam arkobat dan senyawa aktif
alkaloid, saponin, dan flavonoid yang sangat berguna untuk menutup luka dan memberikan
antiseptic alami. Salah satu bentuk pengembangan sediaan gel sebagai penutup luka adalah dalam
bentuk semprot (spray). Bentuk ini memiliki keuntungan dimana dengan teknik semprot
memungkinkan sediaan yang akan dihantarkan keluka tanpa melalui kontak dengan kapas,
sehingga dapat meminimalkan limbah serta mengurangi kemungkinan kontaminasi atau infeksi.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi efektivitas spray binahong terhadap
penyembuhan luka perineum pada ibu pasca bersalin di Kota Tegal. Penelitian ini terdiri dari
beberapa tahapan, yaitu uji fisik basik spray gel, uji aktivitas, uji antibakteri dan baru dilakukan
penelitian pada responden. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan rancangan two
group with control post test design. Responden dalam penelitian ini adalah ibu pasca bersalin yang
mengalami luka perineum di Kota Tegal. Menggunakan accidental sampling dengan jumlah
responden 64. Analisis data yang digunakan adalah independent t-test.Hasil Berdasarkan hasil dari
Uji Fisik, Uji Aktivitas dan Uji Antibakteri, maka peneliti memutuskan untuk membuat Spray Gel
Binahong dengan basis Na CMC. Bentuknya semi padat, berbau khas ekstrak binahong, rasanya
lembut/ halus, warna hijau, pH 5, homogen, daya sebarnya berdiameter 6 cm dengan luas daya
sebar 28,26 cm2 dan mempunyai daya lekat 0,95 detik. Mampu menghentikan darah dalam waktu
13,25 detik, dan mempunyai daya hambat 165,23 mm2
. Asymp. Sig (2-tailed) .013 < .05 yang
artinya spray gel binahong efektif dalam penyembuhan luka perineum pada ibu pasca bersalin.
Spray Gel Binahong bisa menjadi alternatif obat herbal untuk penyembuhan luka perineum.
-
Stunting merupakan keadaan yang menggambarkan riwayat kekurangan gizi disertai dengan terhambatnya
pertumbuhan karena malnutrisi yang terjadi dalam jangka waktu lama. Dampak dari stunting yaitu
rendahnya daya tahan tubuh, menurunkan kecerdasan.Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh
pemberian MP-ASI dini dengan kejadian stunting pada balita 24-59 bulan di Indonesia. Penelitian ini
menggunakan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu IFLS tahun
2014. Sampel penelitian ini adalah balita yang merupakan anak terakhir dalam survei IFLS tahun 2014
sebanyak 1006 balita. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan multistage random sampling.
Analisis data menggunakan complex sampel. Analisis bivariat dengan uji chi-square dan analisis multivariat
dengan regresi logistik berganda. Prevalensi kejadian stunting pada balita 24-59 bulan di Indonesia sebesar
43,8%. Hasil analisis bivariat diperoleh terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian MP-ASI dini
dengan kejadian stunting (p-value = <0,0001). Hasil analisis multivariat menunjukkan besar pengaruh
pemberian MP-ASI dini yang terlihat nilai adjusted PR yaitu sebesar 1,873 (95% CI 1,529-2,293) dikontrol
dengan variabel berat badan lahir bayi, tinggi badan ibu dan status imunisasi. Pemberian MP-ASI dini
memiliki pengaruh besar terhadap kejadian stunting pada balita 24-59 bulan di Indonesia setelah dikontrol
dengan variabel berat badan bayi lahir, tinggi badan ibu dan status imunisasi. Saran penelitian adanya kerja
sama lintas sector untuk menangani permasalahan status gizi, melakukan kegiatan deteksi dini dengan cara
mengukur tinggi badan anak secara rutin yang dapat dilakukan pada kegiatan posyandu perlu adanya
dukungan kepada ibu agar tetap berusaha memberikan esklusif hingga bayi berusia 6 bulan.
-
Presentase tingginya angka penderita kanker serviks di Indonesia, dengan kasus
62,65% dari 814 kanker ginekologi (RSCM, 2011) salah satu penyebabnya adalah
karena penyakit ini tidak menimbulkan gejala dan rendahnya kesadaran wanita
untuk memeriksakan kesehatan dirinya, sebagian besar terdeteksi pada stadium
lanjut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan
sikap wanita usia subur dengan motivasi pemeriksaan IVA dalam upaya deteksi dini
kanker serviks di Kelurahan Candirejo Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten
Semarang. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan
pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah wanita
usia subur yang terdapat di Kelurahan Candirejo pada bulan April 2015. Teknik
sampelnya adalah dalam proportional random sampling sebanyak 56 orang. Hasil
penelitian menunjukkan 48.40% responden memiliki pengetahuan kurang, 53.60%
responden memiliki sikap cukup baik dan 66.10% responden memiliki motivasi
cukup baik. Nilai p-value pengetahuan dan motivasi sebesar 0,110>0,05 dengan
angka korelasi +0,200 berarti tidak ada hubungan pengetahuan dengan motivasi
pemeriksaan IVA. P-value sikap dan motivasi sebesar 0,007<0,05 dengan angka
korelasi +0,345 berarti ada hubungan sikap WUS dengan motivasi pemeriksaan IVA
dalam upaya deteksi dini kanker serviks.
-
Bidan Garda Terdepan Mengawal Kesehatan Maternal Neonatal Melalui Germas dan Pelayanan berkualitas
-
Multisectoral Combat Regional and Social Inequitis in Health
-
"Midwives Leading The Way with Quality Care”
-
The Role of Health Professional to Improve Quality of Care in Achieving Sustainable Development Goals (SDGs)"
-
Penguatan dan Inovasi PelayananKesehatandalam Era Revolusi Industri 4.0 (2019)
-
Indonesian Public Health Perspective Series (IPHPS) 2016
-
Fasciolopsis buski adalah spesies cacing usus yang menyebabkan penyakit
fasciolopsiasis. Di Indonesia, cacing ini hanya ditemukan di Kabupaten Hulu Sungai
Utara, Kalimantan Selatan. Karakteristik wilayah di kabupaten tersebut yaitu berupa rawa
menjadi habitat yang ideal berkembangnya cacing F. buski. Penelitian ini bertujuan untuk
menentukan prevalensi fasciolopsiasis di daerah rawa. Lokasi penelitian adalah Desa
Kalumpang Dalam, Kecamatan Babirik, HSU. Responden yang diwawancarai sebanyak
100 orang, dimana 98% (98/100) rumah tangga buang air besar di rawa, 19% (19/100)
biasa makan tumbuhan air, dan seluruh rumah tangga menggunakan air rawa untuk
kebutuhan air rumah tangga. Jumlah sampel tinja yang diperiksa adalah 137 sampel dan
ditemukan 2 sampel (1,46%) yang positif mengandung telur F. buski. Pemeriksaan
parameter kualitas air didapatkan nilai pH 6, suhu 25°C, salinitas 0‰, DO 3,49-6,98 ppm,
BOD 0,1-1,3 ppm, dan COD 3,016-8,096 ppm. Parameter ini mendukung
berkembangnya keong, tumbuhan air, dan cacing buski. Untuk mengurangi kejadian
fasciolopsiasis perlu digalakkan pembuatan jamban sehat, kebiasaan memasak
tumbuhan air sebelum dikonsumsi, dan mengolah air minum yang bersumber dari air
rawa.
-
aktor Determinan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lalowaru Kecamatan Moramo Utara — I Putu
Sudayasa, Rezki Purnama Yusuf, Hasniah Bombang | 3
Prevalensi Diabetes Melitus dan Hipertensi Berdasarkan Hasil Skrining Berbasis Time Seri Kelurahan Jagir
Kecamatan Wonokromo Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur — Irma, Harleli, Fithria, Jusniar Rusli